BPOM: Soal Vaksin Nusantara Sudah Selesai

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
16 April 2021 14:10
Kepala BPOM Penny Kusumastuti memberi keterangan pers di Gedung Menko Perekonomian, Jakarta.

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan POM sudah tidak mau berkomentar soal apa yang terjadi dengan Vaksin Nusantara belakangan ini. Kepala Badan POM, Penny Kusumastuti Lukito mengatakan hasil penilaian vaksin berbasis sel dendritik itu belum bisa melanjutkan ke fase II.

"Jawaban kami sebagaimana hasil penilaian Badan POM uji klinis I vaksin dendritik belum bisa melanjutkan ke tahap II," kata Penny dalam konferensi Pers Vaksin Merah Putih secara virtual, Jumat (15/4/2021).

Penilaian tersebut sesuai dengan standard yang berlaku. Penny mengatakan hal itu sudah jelas (clear). Dia mengatakan telah ada temuan untuk dikoreksi dan ada perbaikan dulu untuk maju ke fase II.


"Sudah clear karena ada temuan koreksi oleh Badan POM harus ada perbaikan dulu kalau mau maju ke fase II," kata dia.

Dia menjelaskan pengembangan vaksin merupakan kegiatan advanced technology. Selain itu harus memenuhi standar good manufacturing practice dan good laboratorium practice.

Menurutnya tiap tahapan harus diikuti dan tidak bisa dilewati. Jika proses tersebut terlewati akan kembali lagi ke proses sebelumnya.

"Vaksin dendritik sudah disampaikan sudah final dalam hal tersebut. Menunggu koreksi sudah dilakukan. Apa yang sekarang terjadi di luar Badan POM dalam hal bukan kami yang menilai itu," jelasnya.

Sebelumnya, Vaksin Nusantara melakukan uji klinis tahap II. Pengujian dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Sejumlah tokoh ikut serta dalam pengujian tersebut. Beberapa diantaranya adalah anggota DPR RI termasuk Melki Laka Lena dari Komisi IX. Selain itu juga ada mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading