Denmark Setop Pakai AstraZeneca, BPOM Sebut RI Lanjut Terus!

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
16 April 2021 12:57
A nurse assistant prepares a dose of the Oxford-AstraZeneca vaccine for COVID-19 during a priority vaccination program for health workers at a community medical center in Sao Paulo, Brazil, Wednesday, Feb. 3, 2021. (AP Photo/Andre Penner)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito memastikan Indonesia masih akan menggunakan vaksin AstraZeneca meskipun sudah ada negara menyetop pemakaiannya.

Menurut Penny, BPOM menilai efek samping vaksin AstraZeneca sangatlah jarang terjadi. Namun, ia memastikan akan terus mewaspadai terkait dengan pengentalan darah.

"AstraZeneca berdasarkan jumlah kejadian dibandingkan dengan jumlah suntikan divaksinasi negara, termasuk kejadian sangat jarang atau very rare side effect," kata Penny dalam Konferensi Persnya, Jumat (18/4/2021).

"Kejadian AstraZeneca ini masih sangat jarang. Kajian oleh regulator di Eropa hingga Inggris menyepakati dan merekomendasikan masih bisa diteruskan," tegas Penny.

Kejadian pengentalan darah atau Blood Clotting tidak ada di Indonesia. Penny memastikan kejadian tersebut ada di luar negara RI.

"Kejadian blood clotting tidak ada di Indonesia dan mengikuti kejadian di luar."

Namun Penny mengatakan, ada kewaspadaan khusus yang diberikan juga kepada seluruh tenaga kesehatan untuk berhati-hati dan memantau risiko tersebut. Untuk itu, semua masih dalam pengamatan khusus.

Untuk informasi, Denmark menjadi negara pertama yang menyetop penggunaan vaksin corona AstraZeneca. Negara itu tak akan lagi menggunakan vaksin Inggris-Swedia tersebut untuk seluruh program vaksinasinya.



[Gambas:Video CNBC]

(dru/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading