Kontroversi Vaksin Nusantara yang Mulai Disuntikkan Hari Ini

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
14 April 2021 14:32
Infografis: 107 Juta Warga +62 Bakal Disuntik Vaksin Covid & Rinciannya

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontroversi soal vaksin Nusantara masih berlanjut. Vaksin yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu dihentikan sementara pengujiannya oleh BPOM namun di sisi lain memiliki dukungan penuh beberapa anggota DPR RI.

Badan Pengawas Obat-obatan Makanan (BPOM) tidak memberikan izin untuk melanjutkan uji tahap berikutnya karena vaksin ini belum memenuhi sejumlah syarat.

Syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah uji vaksin adalah uji klinik yang baik (good clinical practical), proof of concept, good laboratory practice, dan cara pembuatan obat yang baik (good manufacturing practice).


Melansir detik.com, Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan ada resiko sangat besar jika antigen pada vaksin Nusantara tidak memiliki mutu baik untuk diberikan pada peserta maupun relawan.

"Pada saat pendalaman ditemukan bahwa antigen yang digunakan tersebut juga tidak dalam kualitas mutu untuk masuk ke dalam tubuh manusia, artinya bukan pharmaceutical grade. Tapi dia dimasukkan ke dalam darah sel dendritik tersebut, padahal dia dalam kualitas yang seharusnya tidak masuk ke tubuh manusia," kata dia, dikutip Rabu (14/3/2021).

Penny mengingatkan hal-hal tersebut menjadi perhatian peneliti. Uji klinis fase II vaksin Nusantara juga beresiko dilanjutkan bila catatan uji vaksin pertama belum dievaluasi.

Vaksin berbasis sel dendritik juga dilakukan secara terbuka. Tidak ada kepastian komponen yang diambil dan disuntikan sudah cukup steril.

Penny mengatakan vaksin tersebut berbeda dengan yang lain karena merupakan vaksin individual. Harusnya dilakukan secara tertutup.

"Harusnya tertutup, kalau ini harus steril, tapi ini open terbuka, artinya harus ada rentetan validasi yang membuktikan bahwa produk tersebut sebelum dimasukkan kembali ke subjek betul-betul steril dan tidak terkontaminasi," ungkapnya.

Sementara itu di sisi lain, DPR RI melakukan dukungan penuh pada Vaksin Nusantara. Terbaru, sejumlah anggota DPR akan menerima suntikan vaksin tersebut mulai hari ini.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena menyebutkan akan jadi satu relawan. Dia mengatakan dirinya masuk dalam kategori karena belum pernah divaksin dan terakhir terkena Covid-19 pad a Desember lalu.

Kepada CNBC Indonesia, dia mengatakan belum tahu berapa orang yang ikut dalam penyuntikan. Tapi bukan hanya komisi IX yang ikut disuntik, tapi ada juga dari komisi lain dan salah satu pimpinan DPR yakni SUfmi Dasco Ahmad.

"Karena teman-teman yang pada mau ikut lagi pada reses, jadi sejauh yang bisa pulang malam ini sampai besok pagi mungkin 7-9 orang, Digabung sama dari komisi lain dan pimpinan DPR lain Pak Sufmi Dasco Ahmad," jelasnya.

Melki mengatakan antusiasme mengikuti penyuntikan vaksin Nusantara bukan hanya dari dirinya saja. Namun hampir semua anggota Komisi IX juga mengatakan ingin ikut.

Penyuntikan dilakukan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Dijadwalkan akan dimulai hari ini dan dilanjutkan hingga Jumat mendatang.

Dia menuturkan sebelum penyuntikan, akan ada pengecekan lebih dulu. Bila memenuhi syarat bisa langsung mengikutinya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris mengatakan Komisi IX DPR tidak pernah menyepakati secara kolektif ikut vaksinasi vaksin Nusantara. Menurutnya jika ada yang mengikuti merupakan keputusan pribadi.

"Poksi IX PDI Perjuangan DPR RI secara kolektif tidak mengikuti vaksinasi Vaksin Nusantara. Hal ini sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh bapak presiden bahwa uji klinis vaksin harus dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan kaidah-kaidah saintifik," kata Charles dalam keterangan resminya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading