China Denda Alibaba, Harta Jack Ma Malah Nambah Rp 33 T

Tech - roy, CNBC Indonesia
13 April 2021 17:35
FILE - In this May 15, 2019, file photo, founder of Alibaba group Jack Ma arrives for the Tech for Good summit in Paris. (AP Photo/Thibault Camus, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - China baru saja menjatuhkan sanksi denda sebesar US$2,8 miliar atau setara Rp 40 triliun (asumsi Rp 14.500/US$) kepada Alibaba. Alasannya, perusahaan terbukti menerapkan praktik anti persaingan (antitrust).

Meski begitu, denda tersebut tampaknya tak mempengaruhi Jack Ma. Pasalnya, Deposit Receipt (DR) Alibaba di Amerika Serikat (AS) malah meningkat 9,3%.

Hal ini membuat harta kekayaan Jack Ma meningkat US$2,3 miliar atau setara Rp 33,3 triliun menjadi Rp US$52,1 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index, seperti dikutip dari Aljazeera, Selasa (13/4/2021).


DR atau tanda terima penyimpanan adalah sertifikat yang dapat dinegosiasikan yang diterbitkan oleh bank yang mewakili saham di perusahaan asing yang diperdagangkan di bursa efek lokal.

Denda US$2,8 miliar ternyata tak separah yang diperkirakan oleh para investor. Nominal itu hanya 4% dari penjualan domestik Alibaba pada 2019. Menurut hukum China denda bisa dikenakan hingga 10% dari penjualan perusahaan.

Atas denda tersebut, Alibaba mengatakan menerima dengan baik. Alasannya Alibaba tidak akan mencapai pertumbuhan saat ini tanpa regulasi dan layanan pemerintah yang baik, beserta pengawasan kritis, toleransi dan dukungan dari semua konstituen.

Tahun lalu Jack Ma tercatat sebagai orang terkaya di China. Namun kekayaan turun banyak setelah adanya penyelidikan anti persaingan oleh pemerintah dan pembatalan rencana IPO Ant Group.

Sekarang dia merupakan orang terkaya ketiga di China. Peringkat pertama dan kedua diduduki Pony Ma mendiri Tencent dan Zhong Shanshan, pemilik perusahaan air minum kemasan Nongfu Spring Co.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading