Jokowi Hapus Kemenristek, Gimana Nasib Vaksin Made in RI?

Tech - roy, CNBC Indonesia
13 April 2021 12:48
Infografis: Fakta Vaksin Covid19 di Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat restu dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk melebur kementerian riset dan teknologi (Kemenristek) dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud). Lantas bagaimana nasib vaksin merah putih?

Asal tahu saja pengembangan vaksin merah putih, vaksin Covid-19 buatan dalam negeri, selama ini di bawah pengawasan Kemenristek. Salah satu pembuat vaksin ini adalah Lembaga Biologi Molekuler Eikjman Institute.

Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu kebijakan yang akan dikeluarkan usai penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud).


"Sebaiknya kita tunggu jika sudah dilaksanakan. Sekarang belum ada gambaran," ujar Amin Soebandrio seperti dikutip dari CNNIndonesia, Selasa (13/4/2021).

Amin menegaskan saat ini pihaknya belum memiliki gambaran terkait nasib pengembangan vaksinvirus SARS CoV-2 itu usai Kemenristek pimpinan Bambang Brodjonegoro akan dihilangkan.

Penggabungan kedua kementerian ini disetujui setelah Rapat Konsultasi pengganti Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR pada Kamis kemarin, membahas Surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan sudah ada enam kandidat dari berbagai platform yang digunakan untuk vaksin merah putih. Dari keenam itu ada dua yang berproses. Yakni, buatan LBM Eijkman Institute dan Universitas Airlangga (Unair).

Vaksin Covid-19 yang dikembangkan Eijkman Institute menggunakan protein rekombinan inactivated virus. Saat ini mereka dengan memproduksi bibit vaksin (seed vaccine). Pengembangannya akan bekerja sama dengan PT Bio Farma.

"Dalam roadmap-nya uji klinis akan selesai pada Semester II-2022 dan emergency use authorization (izin penggunaan darurat) akan diberikan pada September 2022 dan produksi massal akan bisa dimulai pada Oktober 2022," ujar Penny Lukito dalam Rapat bersama Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan, BPOM, dan Bio Farma, Kamis (8/4/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading