BNI Investime Week

Siasat BNI Manjakan Nasabah Transaksi Tanpa Uang Tunai

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
06 April 2021 13:40
Gedung Bank BNI

Jakarta, CNBC Indonesia - Penggunaan QRIS di masyarakat diharapkan dapat mendorong transaksi tanpa uang tunai di Indonesia. BNI pun berkeinginan untuk hal tersebut dapat terwujud.

"Dengan metode ini cashless society (mengurangi pemakaian uang tunai) terbentuk. Jadi masyarakat sudah tanpa uang tunai. BI juga sudah punya road map," kata Vice President divisi ebanking BNI, Denny Ricky Feblu, dalam BNI Investment Week di program Profit CNBC Indonesia, Selasa (6/4/2021).

Dia mengatakan pada prinsipnya untuk cash bisa mulai dikurangi penggunaannya. Sebab menurutnya biaya untuk cash juga terbilang mahal dan mencoba masyarakat agar mengarah pada cashless society.


Selain mengurangi menggunakan uang, QRIS juga memudahkan saat melakukan transaksi. Yakni dengan memindai QR untuk membayar atau transfer.

Denny juga menyebutkan tujuan QRIS adalah adanya kolaborasi antar pemain dalam ekosistem digital. Semua akan terhubung dan makin memudahkan untuk digunakan.

"Jaman saat ini interkoneksi sangat mudah didukung dengan QRIS. Semua transaksi nanti tidak ada bedanya lebih cepat dan aman," kata Denny.

Pandemi ini juga menaikkan transaksi penggunaan QRIS, walaupun masih perlahan. Hal ini disebabkan teknologi QRIS baru diluncurkan beberapa waktu lalu dan masih diperlukan untuk sosialisasi.

Sejauh ini BNI memiliki 95 ribu merchant yang bergabung dari berbagi tipe termasuk juga UMKM. Tahun 2021, bank tersebut juga punya target jumlah merchant yang akan digandeng untuk QRIS.

Ke depannya, akan lebih banyak jenis merchant seperti SPBU dan juga minimarket. Denny menuturkan nantinya saat berbelanja akan ada QRIS.

"2021, arahan BI mendukung 12 juta, BNI menargetkan 26 ribu merchant QRIS dan UMKM tadi sebesar itu," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading