Prancis Investigasi Clubhouse, Kasus Apa?

Tech - roy, CNBC Indonesia
23 March 2021 17:12
Apple's App Store page for the social media app Clubhouse is displayed on a smartphone screen in Beijing, Tuesday, Feb. 9, 2021. Chinese authorities are blocking access to Clubhouse, a social media app that allowed users in China to discuss sensitive topics with people abroad including Taiwan and treatment of the country’s Muslim minority. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengawas privasi data Prancis (CNIL) membuka penyelidikan terhadap Clubhouse, apakah aplikasi chat audio ini telah melanggar perlindungan data pengguna.

CNIL menambahkan penyelidikan ini juga berlaku untuk induk usaha Alpha Exploration. Keduanya akan diperiksa akan aplikasi menjalankan perlindungan data pengguna sesuai dengan aturan perlindungan data Uni Eropa atau General Data Protection Regulation (GDPR).

CNIL bisa saja mengambil tindakan hukum jika Clubhouse tidak menghormati aturan tersebut, seperti dikutip dari AFP, Selasa (23/3/2021).


Clubhouse menawarkan "ruangan" digital di mana anggota dapat memulai percakapan atau melanjutkan obrolan dengan kapasitas hingga ribuan orang. Layanan ini cukup populer semenjak Elon Musk, Bos Tesla mengadakan diskusi di aplikasi ini.

CNIL menambahkan pihaknya menerima aduan dari pengguna sebelum melakukan penyelidikan. Lembaga ini sudah mengajukan beberapa pertanyaan kepada induk usaha dan Clubhouse sendiri pada 12 Maret terutama soal privasi dan keamanan data pengguna.

Juru bicara Clubhouse pun menjawab "Privasi dan keamanan pengguna adalah prioritas utama di Clubhouse. Kami secara aktif bekerja dengan organisasi di UE tentang kepatuhan GDPR dan telah berterima kasih atas dukungan dan kemitraan mereka."

Sementara itu di Perancis muncul petisi yang telah ditandatangani 10 ribu orang yang mempertanyakan kontak telepon pada aplikasi Clubhouse.

"Persyaratan privasi aplikasi yang mengerikan bahwa ketika anggota baru mengundang teman untuk bergabung, nama dan nomor semua kontak mereka diunggah ke database rahasia - dan mungkin dibagikan dengan pihak ketiga." bunyi petisi tersebut.

Petisi serupa juga dilayangkan di Inggris, dan hampir menghimpun lebih dari 25 ribu tanda tangan pada Sabtu lalu. Ia meminta regulator Inggris untuk menegakkan hukum privasi dan mengakhiri pelanggaran terang-terangan terhadap kehidupan pribadi.

Infografis: Halo Clubhouse User, Baca Ini Dulu Agar Tak Ada Kesal di HatiFoto: Infografis/Halo Clubhouse User, Baca Ini Dulu Agar Tak Ada Kesal di Hati/Arie Pratama


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading