Menristek Usul GeNose Dipakai Pabrik & Jadi Syarat Bekerja

Tech - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
22 March 2021 17:04
Para penumpang kereta api jarak jauh mengikuti pengambilan sempel nafas GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta (4/2/2021). Calon penumpang diminta untuk mengambil nafas melalui hidung dan membuangnya melalui mulut sebanyak tiga kali. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro mengusulkan kepada Menko Airlangga Hartarto agar alat screening GeNose bisa lebih banyak dipakai di pabrik.

"Mengingat pertumbuhan ekonomi kita salah satu yang mengalami kontraksi manufaktur. Meski ada demand, ada juga gangguan operasional, karena karyawan jumlahnya besar tak bisa kerja secara optimal," katanya saat Serah Terima GeNose dari Menristek/Kepala BRIN Kepada Menko Perekonomian di Jakarta, Senin (22/3/2021).

Menurutnya, diharapkan GeNose bisa menjadi solusi bagi sektor manufaktur untuk bangkit. Semua karyawan di pabrik bisa memulai jam kerja dengan terlebih dahulu melakukan tes menggunakan GeNose.

"Boleh bekerja bagi yang negatif. Menciptakan keamanan di pabrik. Meski karyawan tetap menggunakan masker dan 3M, ini usulan tambahan," katanya.

GeNose buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini diberikan untuk kepentingan di kantor Menko. Harapannya, bisa mengajak pelaku ekonomi baik kantor atau pabrik untuk mulai menggunakan GeNose.

"Sebagai alat screening mencegah penularan lebih jauh," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama,Menko Airlangga Hartarto berharap GeNose bisa diproduksi lebih banyak lagi. Per hari ini produksinya baru 3 ribu per bulan. Targetnya angka produksi bisa meningkat menjadi 10 sampai 15 ribu pada Juni-Juli mendatang.

"UGM diharapkan bisa mereplikasi manufaktur yang ada. Saya terima kasih kepada tim peneliti yang telah menghasilkan kreasi besar. Ini jadi perhatian dari berbagai negara," tutupnya.



[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading