Menhub Sebut Mudik 2021 Tak Dilarang, Pengusaha Bus Girang

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
18 March 2021 18:20
Penumpang menaiki Kereta Api Taksaka jurusan Jogjakarta-Gambir di stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Selasa, (5/6). Memasuki minggu ketiga bulan Ramadan, sejumlah pemudik mulai memadati Stasiun Gambir, rata-rata pemudik mengaku memilih berangkat lebih awal guna menghindari terjadinya lonjakan penumpang arus mudik pada saat jelang mendekati Lebaran. (Penumpang menaiki Kereta Api Taksaka jurusan Jogjakarta-Gambir di stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Selasa, (5/6). Memasuki minggu ketiga bulan Ramadan, sejumlah pemudik mulai memadati Stasiun Gambir, rata-rata pemudik mengaku memilih berangkat lebih awal guna menghindari terjadinya lonjakan penumpang arus mudik pada saat jelang mendekati Lebaran.)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menhub Budi Karya Sumadi sempat menyebut tidak melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik pada tahun ini. Namun, ketentuan formalnya masih dibahas oleh satuan tugas dan kementerian terkait.

Jika mudik tidak dilarang pemerintah, menurut Ketua Umum Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan, kebijakan ini memberi angin segar untuk menggerakkan ekonomi khususnya kelas bawah. Dengan orang mudik di situ ada belanja baik dari transportasi atau barang, juga pergerakan di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Pada dasarnya Organda menyambut baik jika mudik kembali diperbolehkan. Paling tidak jumlah armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang menganggur bisa berkurang," jelasnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (18/3/2021).


Shafruhan menjelaskan saat ini banyak armada bus AKAP yang menganggur. Contoh disalah satu perusahaan bus AKAP yang memiliki 200 armada karena situasi pandemi yang beroperasi tinggal 70-80 unit. jika ada lebaran tiba potensi kenaikan jumlah armada yang bisa beroperasi paling tidak bisa meningkat dua kali lipat.

Secara keseluruhan, Shafruhan menggambarkan armada bus AKAP di DKI Jakarta mencapai 20.000 unit. Paling tidak 50% diantaranya sudah tidak beroperasi akibat pandemi Covid - 19. Walaupun tiap perusahaan berbeda, karena masih ada trayek-trayek bus AKAP yang masih digunakan masyarakat.

"Perusahaan Bus AKAP yang besar seperti Mayasari Bakti, Sinar Jaya mereka punya ribuan. Tiap perusahaan berbeda data jumlah bus yang tidak beroperasi karena menyangkut rute dan trayek," jelasnya.

Organda masih menunggu aturan pasti dari Satuan Tugas Covid - 19 terkait mudik lebaran. Tapi Perusahaan bus AKAP siap untuk mengikuti protokol kesehatan yang akan ditetapkan pemerintah.

Sementara prediksinya jumlah pemudik tahun ini tidak akan sebanyak tahun 2019 lalu. Karena masih ada pembatasan dari pemerintah, juga pemotongan cuti bersama libur lebaran. Selain itu Organda juga mendorong penggunaan GeNose sebagai syarat bepergian transportasi darat karena harganya lebih murah.

 Dari paparan Menteri Budi Karya Sumadi di Komisi V DPR RI, Selasa (16/3/2021) ia memprediksi total angkutan penumpang lebaran yang menggunakan moda transportasi umum turun 41%, dari 20,04 juta di 2019, menjadi 11,89 juta di 2021.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading