Alat Deteksi Covid-19 UGM GeNose Dipasarkan, Harga Rp 25 Ribu

Tech - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
26 December 2020 09:30
Calon penumpang Kereta Api mengantre untuk melakukan rapid test antigen di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2020). Akibatnya terjadi antrean panjang.PT KAI mewajibkan setiap pengguna jasa kereta api jarak jauh di Pulau Jawa untuk menunjukkan hasil negatif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan rapid test antigen sebagai syarat untuk naik kereta api. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Alat pendeteksi Covid-19 karya para ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama GeNose akhirnya mengantongi izin edar dan siap dipasarkan secara massal.

Ketua tim pengembang GeNose, Prof Kuwat Triyana mengatakan izin edar GeNose dari Kementerian Kesehatan turun pada hari Kamis (24/12/2020). Izin itu keluar setelah pihaknya melakukan pengajuan ke kepada otoritas kesehatan.

"Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan luar biasa dari banyak pihak GeNose C19 secara resmi mendapatkan izin edar untuk mulai dapat pengakuan oleh regulator, yakni Kemenkes, dalam membantu penanganan Covid-19 melalui skrining cepat," katanya melalui keterangan tertulis, Sabtu (26/12/2020).

Adapun setelah izin edar diperoleh maka tim akan melakukan penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama, yang didanai oleh BIN dan Kemenristek/BRIN, untuk didistribusikan.

Mereka berharap agar jumlah GeNose C19 yang masih terbatas ini dapat memberikan dampak maksimal. "Dengan 100 unit batch pertama yang akan dilepas, kami berharap dapat melakukan 120 tes per alat atau atau totalnya 12 ribu orang sehari," ucapnya.

"Angka 120 tes per alat itu dari estimasi bahwa setiap tes membutuhkan 3 menit termasuk pengambilan nafas sehingga satu jam dapat mentes 20 orang dan bila efektif alat bekerja selama 6 jam," jelasnya.

Halaman Selanjutnya >> Harga Rp 25.000


Harga GeNose C19
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading