Vaksin Merah Putih Digunakan 2022, Ini Penjelasan Eijkman

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
10 March 2021 14:04
Direktur LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio (Foto: Citra Nur Hasanah/20detik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman jadi salah satu pihak yang ikut serta mengembangkan vaksin buatan dalam negeri bernama vaksin Merah Putih. Vaksin tersebut dibuat dengan menggunakan protein rekombenan sub unit SARS-CoV-2 yang bersikulasi di Indonesia.

Lembaga tersebut pada awalnya menggunakan sel mamalia saat membuat vaksin tersebut. Sel Cho akan menjadi pabrik penghasil protein rekombenan tadi.

"Sel Cho dibuat sedemikian rupa sehingga mengekspresikan antigen yang dijadikan bibit-bobot vaksin," kata Kepala Lembaga Eijkman, Amin Subandrio dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (10/3/2021).


Selain itu, Eijkman juga mengembangkan menggunakan sel yeast. Untuk proses ini seed (bibit) vaksin akan selesai Mei 2021 untuk masuk ke industri.

Amin menjelaskan transisi pengembangan ini tidak terjadi berupa blok, namun bersama-sama dengan Bio Farma. Sudah ada pihak Bio Farma yang terlibat di Eijkman begitu juga sebaliknya.

Dia menambahkan proses di bulan Juni dengan optimasi selama enam bulan. Sementara uji praklinik dilakukan hingga Februari 2022 dan uji klinik dimulai Maret 2022, serta diharapkan mengantongi emergency use authorization pada November 2022 mendatang.

"Timeline yang diusulkan Bio Farma, kami berupaya mempercepat. Tetap bulan Juni beberapa proses bisa diperpendek dan diharapkan pertengahan tahun 2022 menyelesaikan fase 1,2, dan 3 sehingga emergency use authorization diperoleh akhir Juni 2022. Ada penghematan 3-4 bulan," jelasnya.

Sementara untuk bibit vaksin berdasarkan sel mamalia. Namun Amin menuturkan pihak Bio Farma sedang menyelesaikan fasilitas proses dan akan siap November.

Selain itu Amin mengatakan masalah lainnya adalah harus ada sertifikasi yang dilakukan di luar negeri. Untuk mendapatkan membutuhkan waktu 3-6 bulan.

Namun menurut pembicaraan dengan Badan POM, Amin menyatakan proses itu bisa dilakukan oleh lembaga Eijkman sendiri.

"Bisa dilakukan sendiri tapi harus melalui satu proses dilakukan self assessment dan memberikan acknowledgment (pengakuan) hasilnya bisa diterima," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cara RI Bebas dari Impor Vaksin Covid: Vaksin Merah Putih!


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading