Bukti Baru China Bernafsu Kalahkan AS di Sektor Teknologi

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
02 March 2021 19:49
Chinese and U.S. flags flutter near The Bund, before U.S. trade delegation meet their Chinese counterparts for talks in Shanghai, China July 30, 2019.  REUTERS/Aly Song

Jakarta, CNBC Indonesia - China terus berusaha mengungguli AS dalam bidang apapun. Kali ini China mengalahkan AS dalam jumlah paten yang diajukan selama pandemi tahun 2020.

Walaupun ada musibah pandemi tahun lalu, tak membuat semangat China padam mengajukan paten internasional. Jumlahnya mencapai 275.900 paten sepanjang 2020 lalu, dikutip AFP, Selasa (2/3/2021).

Ada banyak kategori dalam pengajuan paten, Pada kategori utama yakni Perjanjian Kerja Sama, China mengajukan 68.720 paten dan berada di peringatan pertama.


Pada tahun 2000 China hanya mendaftarkan 782 paten saja. Kepala Ekonom WIPO, Carsten Fink mengatakan pertumbuhan pengajuan paten negara itu memang sangat tinggi.

Sementara untuk AS mengalami peningkatan pengajuan paten sebesar tiga persen. Jumlah yang diajukan mencapai 59.230 di tahun 2020.

Selain AS dan China, sejumlah negara juga menjadi pengaju paten teratas di dunia. Sebut saja Jepang, Korea Selatan dan Jerman.

Namun sebenarnya pengajuan paten ini tak berhubungan langsung dengan pandemi. Sebab Daren mengatakan inovasi dan penemuan dilakukan sebelum Covid-19 menyebar di penjuru dunia tahun lalu.

Walaupun begitu, menurut pihak WIPO, pertumbuhan jumlah paten tetap jadi sinyal positif. Carsten mengatakan ini jadi bukti perusahan tetap melakukan investasi pada teknologi.

"Fakta bahwa tidak ada pengurangan pada paten internasional menunjukkan perusahaan terus berinvestasi mengkomersialisasikan teknologi mereka selama pandemi," kata Carsten.

Kenaikan saat pandemi ini agak berbeda saat krisis keuangan global 2009 lalu. Pengajuan paten 12 tahun lalu anjlok mencapai lima persen.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading