Duh! Regulator China Keluarkan Peringatan Bahaya Bubble

Market - Putra, CNBC Indonesia
02 March 2021 16:03
Men look at stock quotation boards outside a brokerage in Tokyo, Japan, December 5, 2018.  REUTERS/Issei Kato     TPX IMAGES OF THE DAY

Jakarta, CNBC Indonesia - Regulator perbankan dan asuransi China menyatakan kekhawatiran meledaknya gelembung (bubble) di bursa-bursa saham di luar Negeri Panda.

Insitusi finansial jumbo tersebut mengatakan Beijing sedang mempelajari cara untuk mengatur arus modal yang keluar untuk mencegah terjadinya turbulensi di pasar modal lokal.

Pasar modal global sudah mulai merasakan efek samping kebijakan fiskal dan moneter yang datang akibat pandemi Covid-19, ujar Guo Shuqing, Ketua China Banking and Insurance Regulatory Commission (CBIRC) alias OJK-nya China.


"Pasar modal ditransaksikan di level tinggi di Eropa, AS, dan negara maju lain, dimana sangat berkebalikan dengan ekonomi riil," Ujar Guo.

Menurut Guo, dengan perekonomian yang semakin terglobalisasi, arus modal asing yang masuk ke China akan meningkat signifikan karena pemulihan ekonomi dan harga aset yang atraktif.

Guo juga menambahkan bahwa ada isu penting yang sedang dihadapi oleh sektor properti di China yakni tren bubble yang relatif besar.

"Hal ini cukup berbahaya karena banyak orang melakukan pembelian rumah bukan untuk ditinggali, akan tetapi untuk investasi dan spekulasi."

Apabila pasar properti ambruk, maka nilai properti yang dimiliki oleh masyarakat akan merugi besar, yang akan mengakibatkan cicilan yang tak terbayar dan kekacauan ekonomi tutup Guo.

Economic Bubble sendiri merupakan fenomena dimana harga aset membumbung kencang naik bukan karena kinerja aset tersebut akan tetapi karena spekulasi para investor sebelum akhirnya bubble tersebut akan saat harga aset tersebut tiba-tiba anjlok parah.


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading