Bukti China & Xi Jinping Kian 'Galak' ke Bank Digital

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
22 February 2021 11:53
China

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China mengetatkan praktik peminjaman online yang dilakukan bank komersial atau praktik bank digital. Kebijakan ini berasal dari pengawasan aktivitas peminjaman pada raksasa internet seperti Ant Group, yang sempat bermasalah saat akan IPO beberapa waktu lalu.

Otoritas setempat mengatur sejumlah hal pada peminjaman misalnya proporsi modal mitra pada pinjaman tidak boleh kurang dari 30%. Misalnya, kebutuhan dana debitur 1.000 yuan, bank digital hanya sediakan pinjaman 700 yuan. Sisanya 300 yuan dari internal perusahaan, dikutip Reuters, Senin (22/2/2021).

Selain itu juga diatur batas maksimal penyaluran kredit online (BMPK) pada satu mitra termasuk pihak terkait tidak boleh lebih dari 25% modal bersih bank.


Sementara untuk saldo pinjaman yang dikeluarkan bank komersial dan institusi koperasi dilarang lebih dari 50% dari total saldo bank. Pada dokumen tanya jawab, regulator setempat mengatakan para perusahaan harus mengikuti peraturan mulai dari 17 Juli 2022 mendatang.

Aturan ini berpotensi menambah setoran modal pada platform teknologi seperti Ant Group. Perusahaan itu sedang berusaha untuk mengumpulkan US$37 miliar atau Rp521,5 triliun pada IPO.

Namun rencana IPO pada November lalu akhirnya tak terlaksana. Pemerintah setempat harus menghentikannya sebab ada ketakutan pinjaman konsumen yang berlebih bisa menimbulkan ancaman untuk sistem keuangan China.

Di sisi lain, gagalnya IPO Ant Group ini disebut-sebut karena dampak perilaku pendiri Alibaba, Jack Ma. Sebagai informasi, Jack Ma memiliki sepertiga saham dari Ant Group.

Penangguhan IPO itu tak lama setelah Jack Ma mengkritik kebijakan pemerintah Xi Jinping. Jack Ma menyebut pemerintah China terlalu berhati-hati serta memprioritaskan manajemen resiko, dan itulah yang membuat inovasi semakin berkurang.

Selain itu juga Jack Ma menyebut aturan perbankan China sebagai klub orang tua. Setelahnya serangkaian kesiapan Jack Ma bermunculan termasuk Ant Group yang gagal IPO hingga diundang pemerintah setempat untuk melakukan penerapan pengawasan keuangan, kompetisi adil dan perlindungan hak konsumen.

Namun beberapa waktu lalu, Gubernur Bank Rakyat China, Yi Gang mengatakan jika Ant Group masih bisa kembali IPO. Dia menambahkan ada syarat untuk rencana tersebut bisa terlaksana, yakni perusahaan menyelesaikan masalah yang sedang dialaminya serta mengikuti struktur standar legal yang ada.

"Saya bisa katakan proses ini dan (saat) masalah diselesaikan ini akan kembali ke track untuk meneruskannya sesuai dengan hukum," ungkap Yi Gang.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading