Ramalannya Meleset, JP Morgan 'Serang' Lagi Bitcoin Dkk

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
19 February 2021 20:32
JPMorgan CEO Jamie Dimon (Photo: AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Walau memperlihatkan fenomena positif selama beberapa waktu terakhir, namun banyak pihak yang terus memperingatkan soal buruknya Bitcoin.

Kali ini giliran para analis dari JP Morgan yang mengatakan mata uang kripto itu memperlihatkan petunjuk sisi ekonomi dan hedge atau lindung nilai yang buruk atas penurunan harga.

Harga Bitcoin saat ini memang jauh di luar perkiraan dan nilai wajar JP Morgan. Adopsi pada mata uang kripto ini juga makin meningkatkan dengan aset siklis, yaitu mengurangi manfaat dari diversifikasi pada Bitcoin, dikutip Reuters, Jumat (19/2/2021).


"Aset kripto terus menempati peringkat sebagai lindung nilai terburuk dari penarikan utama pada ekuitas, dengan manfaat diversifikasi yang dipertanyakan pada harga yang di atas harga produksi," kata analis JP Morgan.

Mereka mengatakan korelasi dengan aset siklis meningkat juga dengan penggunaan Bitcoin secara mainstream.

Sementara itu sejumlah pendukung Bitcoin berpendapat jika mata uang itu adalah emas versi digital, yakni dapat melindungi nilai pada inflasi dan menurunkan harga dolar.

Nilai Bitcoin memang tak selalu naik. Sempat ada di harga US$51.116 atau Rp719 jutaan setelah sebelumnya berada di rekor tertinggi US$52.640 atau Rp741 jutaan pada Rabu lalu.

Namun memang bulan ini Bitcoin melonjak hingga 45%. Fenomema tersebut karena sejumlah perusahaan besar yang mulai menerima pembayaran menggunakan mata uang digital ini sepetti Tesla, Mastercard dan BNY Mellon.

Kenaikan ini juga kemungkinan campur tangan Elon Musk. Dia beberapa kali menjadi penentu kenaikan harga Bitcoin termasuk saat Tesla memborong koin senilai US$1,5 miliar atau Rp21,1 miliar.

Dia juga cukup vokal membela Bitcoin, menurutnya mata uang itu sedikit lebih baik daripada memegang uang tunai.

JP Morgan mengatakan secara langsung Bitcoin perlu ada di harga US$146 ribu atau Rp2,05 miliar dalam jangka panjang. Ini disebabkan agar kapitalisasi pasar menjadi sama dengan total investasi sektor swasta dalam emas lewat dana yang diperdagangkan atau bursa dan koin.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading