Mau Baikan Dengan AS, Bos Huawei Berharap Ditelepon Joe Biden

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
10 February 2021 17:33
Huawei

Jakarta, CNBC Indonesia - Huawei semakin ingin kembali bisa berbisnis di Amerika Serikat setelah pergantian presiden. CEO Huawei, Ren Zhengfei mengungkapkan jika dia siap menerima telepon dari presiden Joe Biden.

"Saya akan menerima panggilan telepon dan pesan seputar pengembangan dan kesuksesan bersama," kata Ren Xhengfei dikutip CNBC Internasional, Rabu (10/2/2021).

Dia juga membicarakan mengenai kesulitan perusahaan AS yang tidak dapat memasok ke China. Mennurutnya jika kapasitas produksi Huawei ditingkatkan maka jadi kesempatan baik untuk perusahaan AS juga.


Ren Zhengfei percaya jika keputusan tersebut dapat menguntungkan kedua belah pihak. Pemerintah baru AS dianggap dapat memperhatikan kepentingan bisnis saat menerapkan kebijakan baru.

Nampaknya pemerintah Joe Biden dianggap bisa membawa angin segar bagi Huawei. Sebab sudah tahun sejak raksasa teknologi China ditempatkan dalam daftar entitas AS oleh presiden AS sebelumnya, Donald Trump.

Data itu membuat perusahaan AS tak lagi bebas melakukan ekspor teknologi ke Huawei. Termasuk Google yang tidak diizinkan memberikan lisensi Android dan menyebabkan perangkat Huawei hadir tanpa layanan Google serta penjualan ponsel secara global menjadi anjlok.

Selain itu, pemerintah AS juga menambahkan hukuman dengan menghentikan pasokan chip utama dari Huawei.

Dia berharap jika Huawei masih bisa membeli komponen material dari Amerika. Menurutnya hal itu membuat perusahaannya dapat memperoleh manfaat dari pertumbuhan yang terjadi di China.

Ren Zhengfei juga mengatakan jika telah melewati kesulitan dan saat ini merasa optimis. Kepercayaan dirinya meningkat tahun lalu saat Huawei memiliki kemampuan untuk bertahan.

Hukuman bagi Huawei memang bukan hanya datang dari AS. Inggris diketahui jadi salah satu yang memblokir perusahaan itu dari pasar 5G.

"Kami punya lebih banyak cara untuk melalui kesulitan," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Ren juga membantah rumor soal Huawei menjual lini bisnisnya. Selain itu juga menyatakan perusahaannya tidak akan berinvestasi pada teknologi chip.

Rumor ini muncul atas pertanyaan masa depan bisnis smartphone Huawei. Pada Januari lalu, dikatakan Huawei berencana menjual lini ponsel flagshipnya yakni Mate dan P. Berita itu hadir dua bulan setelah Honor resmi dijual.

Selain itu Huawei sampai saat ini belum dapat mengakses chip produksi TSMC. Chip itulah yang membuat Huawei jadi pemain papan atas dalam industri smartphone global.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading