Biden Perberat Sanksi Huawei, China: AS Tak Bisa Dipercaya

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
15 March 2021 12:02
FILE PHOTO: People walk past a sign board of Huawei at CES (Consumer Electronics Show) Asia 2016 in Shanghai, China May 12, 2016. REUTERS/Aly Song/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengecam tindakan pemerintahan Joe Biden yang memperberat sanksi bagi raksasa teknologi China, Huawei Technologies.

"Perilaku AS tidak hanya merusak hak dan kepentingan sah pemerintah China, tetapi juga merugikan AS dan lingkungan bisnis di negara itu," kata Zhao Lijian seperti dihimpun dari kantor berita Anadolu Agency, Senin (15/3/2021).

Departemen Perdagangan AS telah memberlakukan pembatasan baru pada beberapa pemasok yang bekerja dengan Huawei, mereka dilarang mengekspor barang yang akan digunakan pada atau dengan peringkat 5G, CGTN melaporkan.


"Telah terbukti berkali-kali, bahwa AS adalah negara yang tidak dapat diandalkan dan tidak dapat dipercaya," kata Zhao Lijian.

Beijing pun mendesak Washington untuk segera menghentikan "penindasan yang tidak masuk akal terhadap perusahaan China dan bekerja lebih keras pada pertukaran ilmiah dan teknologi serta kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara."

AS, terutama di bawah mantan Presiden Donald Trump, menghukum banyak perusahaan China, termasuk Huawei, karena diduga terkait dengan Partai Komunis China yang berkuasa.

Salah satu sanksi yang dijatuhkan pada Huawei adalah pelarangan penggunaan teknologi AS dalam semikonduktor yang dipakai perusahaan yang didirikan Ren Zhengfei tersebut.

November 2021, Huawei mengumumkan keputusan untuk menjual semua aset bisnis smartphone murah, Honor, untuk mengurangi dampak finansial, menyusul pembatasan perdagangan AS yang memblokir akses perusahaan ke chip semikonduktor.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading