Vaksin China Diklaim Mampu Lawan Mutasi Baru Covid, Tapi...

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
03 February 2021 12:49
FILE - In this Dec. 25, 2020, file photo, released by Xinhua News Agency, packages of COVID-19 inactivated vaccine products are seen at a production plant of the Beijing Biological Products Institute Co., Ltd, a unit of state-owned Sinopharm in Beijing. China has given conditional approval to a coronavirus vaccine developed by state-owned Sinopharm. The vaccine is the first one approved for general use in China.(Zhang Yuwei/Xinhua via AP, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua vaksin Covid-19 buatan China termasuk Sinopharm berhasil memicu kekebalan terhadap varian baru virus corona yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan (Afsel).

Dua vaksin China yang diuji adalah China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) dan satu unit Produk Biologi Zhifei Chongqing, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/2/2021).

Makalah uji laboratorium kedua vaksin ini ditulis oleh para peneliti dari Beijing Institute of Biological Product yang berafiliasi dengan Sinopharm, Institute of Microbiology Chinese Academy of Sciences.


Namun, aktivitas sampel melawan varian tersebut lebih lemah daripada virus asli dan varian lain yang saat ini menyebar secara global, menurut makalah yang diterbitkan di situs web BioRxiv.

Pengurangan aktivitas "harus diperhitungkan untuk dampaknya terhadap kemanjuran klinis vaksin ini," kata mereka.

Vaksin Sinopharm disetujui di China untuk penggunaan masyarakat umum dan juga digunakan di beberapa negara lain termasuk Uni Emirat Arab. Vaksin Zhifei sedang dalam uji klinis tahap akhir di China dan luar negeri.

Varian baru virus corona Afrika Selatan memang mendapatkan perhatian lebih dari beberapa ahli. Pasalnya, virus ini lebih cepat menyebar dibanding varian sebelumnya. Varian ini juga diklaim mampu menghindari vaksin yang membuat efektivitas vaksin lawan Covid-19 dipertanyakan.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading