Top Putin! Vaksin Corona Rusia Efektif 91,2% Perangi Covid-19

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
03 February 2021 06:59
A vial with Russia's Sputnik V coronavirus vaccine in a medical room, in Moscow, Russia, Saturday, Dec. 5, 2020. Thousands of doctors, teachers and others in high-risk groups have signed up for COVID-19 vaccinations in Moscow starting Saturday, a precursor to a sweeping Russia-wide immunization effort. (AP Photo/Pavel Golovkin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para ilmuwan mengakui vaksin Sputnik efektif 91,6% memerangi virus corona Covid-19. Hal ini merupakan hasil tinjauan sejawat dari data uji klinis tahap akhir vaksin Rusia yang diterbitkan di jurnal medis Internasional The Lancet.

Para ahli mengatakan hasil uji coba Fase 3 vaksin Sputnik V menunjukkan dua memiliki senjata efektif lain untuk melawan pandemi mematikan ini dan sampai batas tertentu keputusan Rusia untuk meluncurkan vaksin sebelum data akhir dirilis dibenarkan.

Hasil uji klinis Sputnik V, yang disusun oleh Gamaleya Institute di Moskow yang mengembangkan dan menguji vaksin tersebut, sejalan dengan data kemanjuran yang dilaporkan pada tahap awal uji coba, yang telah berjalan di Moskow sejak September 2020.


"Pengembangan vaksin Sputnik V telah dikritik karena tergesa-gesa, tidak pantas, dan tidak adanya transparansi," kata Ian Jones, profesor di University of Reading, dan Polly Roy, profesor di London School of Hygiene & Tropical Medicine.

"Tetapi hasil yang dilaporkan di sini jelas dan prinsip ilmiah vaksinasi telah dibuktikan," kata para ilmuwan, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, dalam komentar yang dibagikan oleh The Lancet, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/2/2021).

Hasil uji klinis Sputnik V didasarkan pada data dari 19.866 relawan, seperempat di antaranya menerima plasebo, kata para peneliti, yang dipimpin oleh Denis Logunov dari Gamaleya Institute, dalam The Lancet.

Sejak uji coba dimulai di Moskow, ada 16 kasus gejala Covid-19 yang tercatat di antara orang-orang yang menerima vaksin, dan 62 di antara kelompok plasebo, kata para ilmuwan.

Ini menunjukkan bahwa rejimen dua dosis vaksin - dua suntikan berdasarkan dua vektor virus yang berbeda, diberikan dengan selang waktu 21 hari - 91,6% efektif melawan gejala COVID-19.

Ajukan Izin ke Otoritas Kesehatan Uni Eropa
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading