Rusia Rilis Vaksin Covid Sekali Suntik, Harganya Rp 142 Ribu

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
07 May 2021 15:47
A vial with Russia's Sputnik V coronavirus vaccine in a medical room, in Moscow, Russia, Saturday, Dec. 5, 2020. Thousands of doctors, teachers and others in high-risk groups have signed up for COVID-19 vaccinations in Moscow starting Saturday, a precursor to a sweeping Russia-wide immunization effort. (AP Photo/Pavel Golovkin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia mengesahkan penggunaan vaksin Covid-19 sekali suntik yang diberi nama "Sputnik Light" yang dirancang untuk meningkatkan pasokan vaksin di negara-negara dengan tingkat infeksi yang melonjak.

Russian Direct Investment Fund (RDIF), lembaga yang memasarkan vaksin Covid-19 Rusia, mengatakan Sputnik Light merupakan vaksin yang diperkecil yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute, memiliki tingkat kemanjuran 79,4% dan harganya kurang dari US$10 atau setara Rp 142 ribu (asumsi Rp 14.200/US$) per dosis.

RDIF menambahkan vaksin sekali suntik itu menggunakan komponen dari vaksin Sputnik V dua dosis dan bisa disimpan dalam ruang penyimpanan standar atau 2 derajat celcius.


RDIF mengklaim uji coba Tahap III atau tahap akhir vaksin Sputnik Light sedang berlangsung di beberapa negara seperti Rusia, Uni Emirat Arab dan Ghana. Uji coba ini melibatkan 7.000 relawan dan diharapkan selesai bulan ini.

Hasil uji klinis tahap I dan tahap II dari vaksin Sputnik Light dosis tunggal menemukan vaksin itu aman untuk semua subjek dan tidak ada efek samping serius, ungkap RDIF.

"Rejimen dosis tunggal memecahkan tantangan imunisasi skala besar dalam waktu yang lebih singkat, yang sangat penting selama fase akut penyebaran virus corona, guna mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) lebih cepat," ujar CEO RDIF Kirill Dmitriev, seperti dikutip dari CNBC International, Jumat (7/5/2021).

Dmitriev mengatakan bahwa meskipun Sputnik Light memiliki "harga yang terjangkau" di bawah US$ 10, vaksin Sputnik V dua dosis "tetap menjadi sumber utama vaksinasi di Rusia."

"Vaksin Sputnik Light akan diekspor ke mitra internasional kami untuk membantu meningkatkan tingkat vaksinasi di sejumlah negara dalam menghadapi pandemi dan strain baru virus corona," tambahnya.

Pada Rabu, RDIF mengatakan lebih dari 20 juta orang di seluruh dunia telah menerima dosis pertama vaksin Sputnik V.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading