Presiden Brasil Sebut Covid Senjata Biologis, Sindir Siapa?

Tech - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
06 May 2021 19:42
FILE - In this  July 17, 2020, file photo, Brazil's President Jair Bolsonaro who is infected with COVID-19, wears a protective face mask as he flashes thumbs-up at supporters during a Brazilian flag retreat ceremony outside his official residence Alvorada Palace, in Brasilia, Brazil. Bolsonaro announced his illness in July and used it to publicly extol hydroxychloroquine, the unproven malaria drug that he’d been promoting as a treatment for COVID-19 and was taking himself. (AP Photo/Eraldo Peres, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Brasil Jair Bolsonaro melontarkan sindiran yang dinilai banyak pihak diarahkan kepada China. Presiden 65 tahun itumengatakan virus corona baru mungkin telah dibuat di laboratorium untuk melakukan "perang biologis".

"Ini virus baru. Tidak ada yang tahu apakah lahir di laboratorium atau karena manusia memakan hewan yang seharusnya tidak mereka makan," kata Bolsonaro sebagaimana dikutip South China Morning Post, Kamis (6/5/2021).

"Tapi militer tahu semua tentang perang kimia, biologi dan radiologi. Bisakah kita perangi perang baru? Saya penasaran. PDB negara mana yang tumbuh paling banyak?


Ia tidak menyebut China secara spesifik. Namun China menjadi negara tempat pandemi pertama kali ditemukan dan satu-satunya ekonomi G20 yang tumbuh tahun lalu, dengan mencatatkan ekspansi 2,3%.

Bolsonaro sendiri dikenal sebagai figur yang tidak suka terhadap China. Bolsonaro dan lingkaran dalamnya memiliki sejarah komentar yang menghasut tentang China yang terkadang memperburuk hubungan dengan mitra dagang terbesar Brasil.

Pada bulan Maret, mantan menteri luar negeri negara itu yang juga koalisi Bolsonaro Ernesto Araujo, menyebut bahwa ia mengecam "Maois China" dan rencananya untuk "menguasai dunia".

Selain itu anaknya, Eduardo Bolsonaro, yang juga anggota kongress, mencuitkanpernyataan dalam akun Twitternya bahwa Huawei adalah "spionase China", sebelum menghapus postingan tersebut.

Sementara itu, di dalam negerinya, Bolsonaro sendiri selalu mendapat kecaman karena dianggap tidak peduli dengan Covid-19. Bahkan ia telah menjadikan ketidakpatuhan pada protokol kesehatan sebagai suatu kebanggaan, memberi selamat kepada pekerja pertanian karena tidak tinggal di rumah "seperti pengecut."

"Kita harus menghadapi masalah kita. Berhentilah menjadi banci, cukup merengek, berapa lama mereka akan terus menangis? Kita harus menghadapi masalah, menghormati orang tua, mereka yang sakit, kondisi kronis. Tapi di mana Brasil akan berakhir. up jika kita semua berhenti? " ia berkata.

Akibat dari hal ini, Brasil menjadi negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak ketiga di dunia, dengan 14,9 juta kasus.

Kasus di negara itu juga mulai meledak dengan hadirnya varian P1 yang lazim ditemukan i setidaknya enam negara bagian Brasil. Varian ini diklaimlebih ganas dan kebal vaksin dibandingkan varian Covid-19 biasa.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading