Rajin Berburu Vaksin! Ini Alasan RI Pakai Vaksin Sinovac

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
22 January 2021 16:13
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac ke tenaga kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama, Jumat (15/1/2021). Vaksinasi kepada para tenaga kesehatan tersebut sebagai upaya penanggulangan pandami Covid-19. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan alasan pemerintah memilih menggunakan vaksin Sinovac Biotech China dalam program vaksinasi. Diketahui Indonesia telah memesan 142 juta dosis vaksin CoronaVac dan ada opsi tambahan 100 juta dosis.

Erick Thohir mengungkapkan sejatinya pemerintah sudah melakukan penjajakan ke seluruh negara penghasil vaksin. Namun yang paling cepat memberikan respons adalah Sinovac (China) dan G42 yang produksi Sinopharm (Uni Emirat Arab)

"Nah, kenapa tujuan saat itu kedua negara itu, UEA dan China, karena memang sejak awal ketika kita mengontak pembuat vaksin dari Eropa dan AS, responsnya sangat rendah. Itu adalah bukti black and white yang kita bisa paparkan," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, seperti dikutip Jumat (22/1/2021).


Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan selain karena Sinovac merupakan perusahaan yang memberikan respons paling cepat saat Indonesia menghubungi. Dalam diskusi yang dilakukan dengan produsen vaksin China tersebut, Sinovac juga berkomitmen melakukan transfer teknologi kepada perusahaan dalam negeri.

"Memang mereka merespons lebih cepat terhadap kita, satu itu. Kedua, ada benefit buat kita karena mereka mau melakukan transfer teknologi," kata Honesti di kesempatan yang sama.

Dia menjelaskan, transfer teknologi ini penting dilakukan untuk memastikan perusahaan dalam negeri mampu untuk melakukan produksi sendiri di dalam negeri sehingga tidak perlu lagi bergantung dengan pemenuhan impor. Sebab, sampai saat ini belum jelas sampai berapa efektivitas vaksin Covid-19 ini bisa bertahan.

"Karena memang kan sekarang pengembangan vaksin covid ini adalah untuk menghentikan pandemi, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan berapa lama vaksin ini bertahan ataupun memberikan imunitas kepada tubuh manusia. Jadi memang dasar pemilihan kita seperti itu," katanya.

Informasi saja, selain menggunakan Sinovac, Indonesia juga sudah mengamankan komitmen 50 juta dosis vaksin dari Novavax dan bisa bertambah 80 juta dosis vaksin. Selanjutnya vaksin AstraZeneca sebanyak 50 juta dosis dan bisa ditambah lagi 50 juta dosis.

Selanjutnya vaksin Pfizer yang komitmennya 50 juta dosis vaksin. Selanjutnya yang dari Moderna dan G42 atau Sinopharm. Ada juga komitmen dari GAVI/COVAX. Secara total Indoensia berpotensi mengamankan 663 juta dosis.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading