Menristek Ungkap Kabar Terbaru Vaksin Covid-19 Made in RI

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
18 January 2021 18:59
Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro bersama Tim Vaksin Merah Putih di Istana Bogor (BPMI/ Lukas))

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Ristek dan Teknologi/Kepala Badan Inovasi dan Riset Nasional, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan perkembangan vaksin Merah Putih yang akan mulai memberikan bibit vaksin kepada PT Bio Farma.

"Vaksin merah putih, Maret besok, akhir triwulan pertama bisa memberikan bibit vaksin kepada Bio Farma," katanya di Jakarta, Senin (18/1/2021).

Setelah masuk Bio Farma, lanjutnya, agenda berikutnya adalah akan masuk ke tahapan uji klinis. Selanjutnya adalah sampai tahap Emergency Use Authorization (EUA).


"Schedule uji klinis sampai EUA akan tergantung kerjasama kami dengan BPOM atau Bio Farma," lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan penjelasan perkembangan terkini vaksin merah putih, yang saat ini masih dalam tahap satu dan hasilnya berupa bibit vaksin.

Nantinya bibit vaksin ini akan diserahkan pada industri yakni Bio Farma untuk karakterisasi yang diperkirakan membutuhkan waktu 3-6 bulan. Jika dengan waktu paling cepat 3 bulan, maka akan dilanjutkan ke fase uji klinis tahap 1 hingga 3 yang memakan waktu 1-2 tahun.

"Kalau misalnya paling cepat masing-masing 3 bulan selesai, maka bisa di awal kuartal II-2022 baru bisa diproduksi. Dalam rencana kami ini akan jadi vaksin berikutnya, karena diperkirakan vaksin yang sekarang akan mulai habis kekebalannya 2022," katanya.

Dia mengakui perlu ada komitmen penguatan anggaran dalam pengembangan vaksin, yang akan diberikan pada beberapa konsorsium. Meski demikian rencananya masih belum ada, dan masih dalam persiapan anggaran khususnya agar peneliti mendapatkan dukungan yang bekerja sama dengan perguruan tinggi.

Budi mengatakan vaksin yang ada saat ini masih belum diketahui berapa lama perlindungannya, sehingga dibutuhkan vaksinasi berikutnya. Untuk itu pemerintah mengharapkan agar vaksin berikutnya berasa dari dalam negeri.

"Kami lihat vaksin ini mungkin akan bagus jika dilakukan rutin, dan akan baik jika ada independensi dari sisi resiliensi industri bahwa itu diproduksi di Indonesia," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading