25 Relawan Uji Vaksin Corona Sinovac Bandung Positif Covid-19

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
18 January 2021 15:17
A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 25 relawan uji klinis vaksinĀ Covid-19 di Bandung diketahui terkonfirmasi positif Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Uji Klinis Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Unpad Kusnandi Rusmil.

Sebanyak 18 relawan positif Covid-19 merupakan penerima plasebo atau vaksin palsu sementara 7 relawan sudah dua kali mendapat vaksinasi atau disuntik vaksin Sinovac.

"Untuk uji klinis kemarin itu kan ada yang dapat vaksin, ada yang dapat plasebo. Nanti dilihat berapa yang sakit dapat vaksin, berapa yang sakit dapat plasebo. Dari hasil kemarin yang dapat vaksin yang sakit (terpapar Covid-19) tujuh, yang dapat plasebo 18 (relawan," ujar Kusnandi Rusmil, seperti dikutip dari detikcom, Senin (18/1/2021).


Rusmil Kusnandi mengungkapkan penerima vaksin itu tertular Covid-19 saat berkegiatan di luar. Rata-rata penerima vaksin yang tertular Covid-19 mengalami gejala kategori ringan.

"Karena kan yang ikut uji klinis banyak yang kemana-mana, dan boleh kemana-mana. Kita tetap kontrol dan dia kalau ada gejala di-swab sama kita. Tapi sebagian besar itu bergejala ringan dan enggak dirawat," tutur Kusnandi.

"Nah yang plasebo ada yang dirawat. Orang yang diuji klinis itu boleh kemana-mana, enggak ada yang dilarang sehingga dia mempunyai kesempatan dapat penyakit sama dengan normal."

Terpaparnya 25 relawan dari 1.620 relawan yang ikut dalam proses uji klinis memengaruhi besaran efikasi vaksin Covid-19 Sinovac di Indonesia. Sebelumnya, BPOM RI mengumumkan efikasi dari vaksin Sinovac di Indonesia 65,3%.

Ia menegaskan kembali orang yang telah mendapatkan vaksinasi masih bisa tertular, meski potensi tersebut bisa diminimalisasi oleh vaksin.

"Vaksin itu supaya tubuh kebal terhadap penyakit, tapi ada beberapa orang yang mempunyai gangguan (tidak terbentuk) kekebalan, contohnya orang yang makan obat-obatan tertentu atau terkena penyakit misal leukimia, jadi kemungkinan tetap tertular," ucap Kusnandi.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading