Tak Peduli Alasannya, Direktur Grab Toko Harus Tanggung Jawab

Tech - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
09 January 2021 08:00
Grabtoko

Jakarta, CNBC Indonesia - Dugaan penipuan Grab Toko kepada ratusan korbannya harus menjadi sorotan semua pihak. Dari aparat Kepolisian hingga Kementerian yang memiliki wewenang pemberian izin keberadaan entitas yang ternyata disinyalir bodong tersebut.

Kuasa Hukum korban, John Mirza menyebutkan manusia yang paling bertanggung jawab atas kejadian Grab Toko adalah Direkturnya seperti tercatat dalam akta asli Kemenkumham."Di situ tertuang jelas siapa Direkturnya. Dia bertanggung jawab penuh. Aparat hukum, hingga Kementerian terkait harus mengawal sehingga dana pembeli bisa kembali. Jika benar menipu di tengah pandemi covid-19 hukuman pun harus berat," terang Mirza, Sabtu (9/1/2020).

Mirza pada 7 Januari 2020 bersama beberapa korban telah melakukan pelaporan kepada aparat. Pihaknya akan terus mengawal dan mengecek ke Polda. Sementara itu juga menunggu pemanggilan pemeriksaan saksi.

Sejumlah Korban Laporkan Grab Toko ke Kepolisian. (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)Foto: John Mirza, Kedua dari Kiri bersama para Korban Grab Toko



Dia juga berharap tidak ada lagi korban. Selain itu juga berharap pemerintah bisa turun tangan dalam kasus ini.

"Kita lihat ya hari ini baru segini bisa saja besok bisa bertambah lagi. Harapan kita biar enggak banyak lagi korbannya. Kita harap pemerintah bisa turun tangan menindaklanjuti perkara ini secara serius," ujar Mirza.

Mirza menegaskan, pihak Grab Toko yang berkilah telah menjadi korban penipuan juga tidak serta merta memutuskan tanggung jawabnya kepada para korban. Hubungan korban kepada Grab Toko dan tidak peduli terhadap investor atau siapapun."Sudah jelas yang bertanggung jawab siapa. Jadi kita dukung aparat Kepolisian," tegas Mirza.

Salah satu korban, Muklis, merugi sekitar Rp22,9 jutaan beli sejumlah ponsel di e-commerce itu.

"Saya beli hp Xiaomi Pocophone lima buah, iPhone Xr dan iPhone 12 yang biasa. Mungkin total biayanya Rp22,9 jutaan," kata Muklis ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (7/1/2021).

Dia menceritakan melakukan pembayaran produk-produk tersebut pada 24 Desember 2020. Saat itu dijanjikan pengiriman dilakukan selama enam hari.

Lalu dia pun meminta untuk mengambil barang ke kantor dan diiyakan oleh pihak Grab Toko. Namun pada tanggal 6 Januari seperti yang dijanjikan tidak ada kabar.

"Terus di Instagram Grab Toko bilang uangnya dibawa kabur investor. Di situ kita semua masuk ke satu grup khusus korban pernyataan agak aneh dibawa kabur segala macam. Di situ kita pikir enggak ada konfirmasi yang jelas dari pihak Grab Toko," ungkapnya.

Konsumen juga menyayangkan pihak Kementerian Perdagangan melalui Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan (Kemendag) Veri Anggrijono yang menyebutkan pihak Grab Toko telah memberikan refund.

"Saya baca di media, apa benar itu? Kalaupun ada katanya baru 3 orang, itu pun tidak jelas. Coba dibuka saja siapa yang dapat refund. Karena saya cek ke teman-teman tidak ada refund yang didapatkan sama sekali dari konsumen," kata pembeli lainnya, Yahya.

Halaman Selanjutnya >> Ultimatum BPKN




Ultimatum BPKN
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading