China siap-siap! Rusia Bakal Rilis Aplikasi Pesaing TikTok

Tech - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
26 December 2020 15:10
Russian President Vladimir Putin attends a cabinet meeting at the Novo-Ogaryovo residence outside Moscow, Russia, Tuesday, Aug. 11, 2020. Putin says that a coronavirus vaccine developed in the country has been registered for use and one of his daughters has already been inoculated. Speaking at a government meeting Tuesday, Aug. 11, 2020, Putin said that the vaccine has proven efficient during tests, offering a lasting immunity from the coronavirus. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia dikabarkan akan akan segera meluncurkan aplikasi pesaing TikTok. Aplikasi ini akan diluncurkan oleh salah satu perusahaan media terbesar di Rusia yang dikontrol oleh raksasa energi Gazprom.

CEO Gazprom-Media Alexander Zharov mengatakan perusahaan yang dipimpinnya telah membeli layanan bernama 'Ya Molodets' atau 'Saya Hebat'. Aplikasi ini akan mendukung video pendek dengan format vertikal, mirip seperti TikTok.

TikTok adalah platform video musik China yang dluncurkan pada September 2016 oleh Zhang Yiming, pendiri Toutiao. Aplikasi tersebut membolehkan para pemakai untuk membuat video musik pendek mereka sendiri


Zharov mengatakan aplikasi itu dikembangkan dengan dukungan dari Innopraktika, organisasi yang dijalankan oleh Katerina Tikhonova, seorang wanita yang diduga sebagai putri Presiden Vladimir Putin.

Mengutip The Moscow Times, Gazprom-Media akan memanfaatkan software layanan tersebut untuk mempercepat proses pengembangan layanan video baru untuk blogger di Rusia. Zharov mengatakan aplikasi ini akan diluncurkan dalam waktu 2 tahun.

Aplikasi ini akan mendukung berbagi video vertikal pendek, mirip dengan TikTok.

Zharov mengambil alih Gazprom-Media awal tahun ini setelah meninggalkan jabatannya sebagai kepala pengawas media Rusia, Roskomnadzor yang berada di balik pemblokiran layanan pesan Telegram yang gagal.

Gazprom-Media adalah salah satu perusahaan media terbesar di Rusia, memiliki beberapa saluran televisi yang paling banyak ditonton dan berbagai stasiun radio.

Awal bulan ini Zharov mengumumkan bahwa Gazprom-Media akan meluncurkan dua situs yang mirip dengan YouTube dalam 2 tahun ke depan, dengan salah satunya adalah versi perbaikan dari layanan streaming Rutube yakni sebuah platform yang ditujukan untuk penutur bahasa Rusia yang diperoleh Gazprom-Media pada tahun 2008.

Pada hari Rabu, Zharov mengatakan perusahaan itu telah bekerja selama "sekitar satu tahun untuk memodernisasi dan membuatnya tidak lebih buruk dari YouTube dalam hal alat."

Dalam beberapa tahun terakhir, YouTube telah menjadi platform yang semakin populer bagi anak muda Rusia, dengan beberapa saluran yang paling banyak ditonton meraih puluhan juta penayangan.

Ia juga menjadi sumber berita independen dan alternatif saluran televisi utama yang sebagian besar berada di bawah kendali negara.

Pihak berwenang terus meningkatkan upaya untuk memperketat kontrol atas segmen internet Rusia dengan dalih memerangi ekstremisme online.

Sebelumnya, majelis rendah parlemen mengeluarkan undang-undang yang memungkinkan untuk memblokir platform internet, termasuk YouTube, dengan catatan dinyatakan bersalah atas sensor dan diskriminasi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Produksi September, Vaksin Covid-19 Rusia Bernama 'Sputnik V'


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading