Sedih! Masih Banyak Desa di RI yang Belum Bisa Internetan

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
15 December 2020 15:42
Sejumlah siswa belajar menggunakan fasilitas wifi gratis di Sanggar Suluk Nusantara di Wilayah Perumahan Depok Mulya 1, Depok, Jawa Barat, Selasa (11/8/2020). Sri Wiwoho pemilik sanggar budaya sekaligus warga yang memprakarsai wifi gratis ini mengungkap Fasilitas wifi itu disediakan sebagai bentuk kepedulian atas kesulitan biaya untuk kebutuhan belajar daring

Jakarta, CNBC Indonesia - Menurut survey yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet sudah mencapai 73,7%. Walau angka ini cukup bagus namun masih ada masalah yakni desa yang belum bisa berselancar di dunia maya karena tidak terhubung dengan infrastruktur internet.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza menyebutkan ada banyak kesulitan untuk melakukan pembangunan. Yakni segi letak geografi Indonesia yang cukup berbeda dengan negara lain.

"Maka saya tidak setuju jika Indonesia dijadikan Apple to Apple dengan negara lain. Dari sisi geografis, ada pegunungan, laut dan Pulau sehingga menjadi tantangan berat," kata dia, dalam acara Selular Digital Telco Outlook, Selasa (15/12/2020).


Hal yang sama juga diungkap GM Future Network Project Telkomsel, Ronald Limoa. Dia menuturkan beberapa daerah ada yang hanya bisa dijangkau perjalanan darat 3jam atau menggunakan pesawat ATR di udara dan jalur air menggunakan sungai.

Selain itu ketidakadaan listrik juga menjadi masalah lain lagi atau sudah tersedia namun hanya jam-jam tertentu. Untuk itu, Ronald menyebutkan Telkomsel membuat inovasi untuk membangun infrastruktur dalam keadaan terbatas.

"Telkomsel membangun pembangkit listrik tenaga surya, atau di aliran sungai membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro," kata dia.

Jamal juga menyebutkan aturan di daerah yang terkadang tidak in line dengan pusat menjadi tantangan baru lagi. Misalnya saja retribusi yang cukup berat membuat keinginan menggelar jaringan menjadi susah.

Dia mengharapkan jika aturan di daerah setidaknya bisa sejalan dengan pemerintah pusat.

"Beberapa kali kejadian, menghambat mau mengejar transformasi dan ekonomi digital di semua daerah Indonesia. Paling tidak peraturan daerah bisa in line dengan pusat," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading