Kominfo: Operator Telko Terlalu Banyak, Dorong Konsolidasi

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
15 December 2020 12:15
Gedung Kominfo. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menyarankan agar operator telekomunikasi melakukan konsolidasi agar industri menjadi sehat.

Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kominfo Ahmad Ramli dalam Webinar bertajuk "Kejar Pertumbuhan di Tengah melemahkan Ekonomi dan Ketatnya Regulasi, Selasa (15/12/2020).

Ahmad Ramli mengungkapkan ada empat indikator kesehatan industri telekomunikasi. Pertama, kemampuan pengembangan jaringan atau infrastruktur. Bisnis Telko merupakan bisnis investasi kalau tidak investasi terus ada satu problem besar. Operator telekomunikasi harus investasi terus untuk pengembangan jaringan dan quality of services.


"Kedua, kinerja keuangan. Jumlah pemain kompetisi di Indonesia menurut saya terlalu banyak. Mendorong terus konsolidasi, jumlah pemain sedikit tetapi kuat," ungkap Ahmad Ramli.

Ketiga, posisi tawar terhadap platform dan aplikasi. Keempat, transformasi inovasi model bisnis big data dan corporate culture.

"Kalau mau bersaing harus melihat pesaing itu tidak hanya perusahaan domestik tetapi ke depan akan berhadapan dengan platform dan penyedia aplikasi. Bila selalu berpikir berlindung dengan keadaan sekarang, regulasi, saya khawatir tidak akan bersaing secara global, padahal global masih terus kemari," ungkap Ramli.

Informasi saja, saat ini ada 7 operator seluler di Indonesia. Yaitu: PT. Hutchison 3 Indonesia (Tri), PT. XL Axiata (XL), PT. Indosat (Indosat), PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (Ceria), PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT. Smartfren dan PT. Bakrie Telecom.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading