Sanofi Tunda Rilis Vaksin Covid-19, Ada Masalah Apa?

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
11 December 2020 16:07
Sanofi, dok: Covid19data.com

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan farmasi terbesar di dunia berbasis Prancis, Sanofi dan GlaxoSmithKline (GSK) dari Inggris mengatakan vaksin Covid-19 buatan mereka tidak akan siap hingga akhir 2021 mendatang.

Sanofi dan GSK mengatakan penundaan dalam program vaksin Covid-19 berbasis protein rekombinan tambahan ini diakibatkan hasil sementara vaksin buatan mereka menunjukkan respons kekebalan yang rendah pada orang dewasa yang lebih tua.

"Kami sangat peduli dengan kesehatan masyarakat, itulah mengapa kami kecewa dengan penundaan yang diumumkan hari ini, tetapi semua keputusan kami akan dan akan selalu didorong oleh ilmu pengetahuan dan data," kata Thomas Triomphe, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Sanofi Pasteur.


"Kami telah mengidentifikasi jalan ke depan dan tetap percaya diri serta berkomitmen untuk membawa vaksin Covid-19 yang aman dan manjur. Tidak ada satupun perusahaan farmasi yang dapat membuatnya sendiri; dunia membutuhkan lebih dari satu vaksin untuk melawan pandemi."

Roger Connor, Presiden GSK Vaccines menambahkan: "Hasil studi tidak seperti yang kami harapkan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya dan kolaborasi lainnya, kami yakin bahwa sistem adjuvan pandemi GSK, bila digabungkan dengan antigen Covid-19, dapat respon imun yang kuat."

Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (11/12/2020), kedua perusahaan mengatakan ketersediaan potensial vaksin telah didorong mundur dari pertengahan 2021 hingga Q4 2021. Perusahaan merencanakan studi Tahap 2b yang diharapkan dimulai pada Februari 2021. Jika datanya positif, studi Fase 3 global dapat dimulai pada kuartal kedua tahun depan.

"Hasil sementara studi fase 1/2 menunjukkan tanggapan kekebalan yang sebanding dengan pasien yang pulih dari Covid-19 pada orang dewasa berusia 18 hingga 49 tahun, tetapi tanggapan kekebalan yang rendah pada orang dewasa yang lebih tua kemungkinan besar karena konsentrasi antigen yang tidak mencukupi," kata pernyataan itu, dikutip dari AFP.

Sementara hasil studi pada primata non-manusia yang dilakukan dengan formulasi antigen menunjukkan bahwa kandidat vaksin dapat melindungi dari patologi paru-paru dan menyebabkan pembersihan virus secara cepat dari saluran hidung dan paru-paru, dalam 2 hingga 4 hari.

"Hasil ini meningkatkan kepercayaan perusahaan dalam kapasitas platform rekombinan tambahan untuk memberikan vaksin yang sangat efisien untuk semua orang dewasa," lanjut mereka.

Kandidat vaksin yang dikembangkan Sanofi bermitra dengan GSK ini didasarkan pada teknologi yang digunakan Sanofi untuk memproduksi vaksin influenza musiman dan agen imunologi yang dikembangkan GSK.

Sementara perusahaan raksasa farmasi Amerika Pfizer dan mitra Jermannya BioNTech mengatakan vaksin mereka telah terbukti 90% efektif dalam mencegah infeksi Covid-19 dalam uji coba Tahap 3 yang sedang berlangsung yang melibatkan lebih dari 40.000 orang.

Hingga kini tercatat sudah ada lebih dari 70,7 juta kasus positif corona di seluruh dunia, dengan lebih dari 1,5 juta kematian dan 49,1 juta pasien berhasil sembuh, menurut data Worldometers.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading