Bukan Menakuti, Tapi Ini Pengakuan Sri Mulyani Soal Vaksin!

Tech - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
11 December 2020 15:44
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Tangkapan Layar BNPB Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan meski vaksin sudah tersedia. Sebab, vaksin tidak akan langsung bisa mengendalikan Covid-19.

Saat ini, 1,2 juta dosis vaksin dari perusahaan asal China Sinovac telah tersedia di Indonesia dan sedang dalam proses uji khasiat dan keamanan anti virus di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Perlu untuk kita semua tetap menjaga agar disiplin protokol kesehatan dilakukan, meskipun sekarang ini kita sudah mengimpor vaksin, itu tidak berarti dalam waktu yang sangat dekat covid-nya bisa dikendalikan," ujarnya dalam webinar virtual, Jumat (11/12/2020).

Menteri Keuangan Sri Mulyani (Tangkapan Layar BNPB Indonesia)Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani (Tangkapan Layar BNPB Indonesia)



Diketahui, setelah kedatangan vaksin tahap pertama ini, Indonesia masih menunggu kedatangan vaksin lanjutan sebanyak 2,8 juta dosis pada bulan ini. Dengan demikian, Indonesia akan memiliki 3 juta dosis vaksin.

Lanjutnya, pemerintah tidak hanya menunggu vaksin impor dari luar negeri. Tapi juga tengah mengupayakan vaksin buatan dalam negeri.

"Kami mendukung untuk riset vaksin, ini vaksin Merah Putih," kata dia.

Tak hanya itu, pemerintah juga tengah mencoba untuk memproduksi alat kesehatan buatan dalam negeri. Sehingga nantinya tidak perlu menunggu impor dari negara lain.Segala upaya ini diharapkan bisa mengendalikan Covid-19 di Indonesia sehingga bisa mempercepat pemulihan ekonomi.

"Untuk alat pelindung diri, sekarang sudah diproduksi di dalam negeri, untuk tes fisik juga sudah diproduksi banyak di dalam negeri. Ini diharapkan akan bisa meningkatkan kapasitas Indonesia dan sekaligus juga untuk memulihkan ekonomi," jelasnya.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading