RI Memang Tajir: Potensi Ekonomi Digitalnya Rp 1.800 T

Tech - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
21 October 2020 20:31
Sri Mulyani Indrawati (Dok: Tangkapan layar Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pede jika potensi ekonomi digital Indonesia masih cukup besar. Jika dinilai dengan uang, potensi ekonomi digital Indonesia bisa mencapai US$ 40 miliar atau Rp 560 triliun.

Namun tak sampai di situ, potensi dalam 5 tahun ke depan akan mencapai US$ 133 miliar atau Rp 1.860 triliun.

"Ekonomi digital merupakan suatu ekonomi yang berkembang pesat di ASEAN dan Indonesia. Dalam hal ini Indonesia punya potensi ekonomi digital terbesar, US$ 40 miliar. Potensi sangat besar."


"Dalam 5 tahun ke depan nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan naik lagi dari US$ 40 miliar jadi US$ 133 miliar. Atau ini berarti 2 kali lipat dari nilai ekonomi digital di Thailand," papar Sri Mulyani di HUT ke-56 Partai Golkar, Rabu (21/10/2020).

Sri Mulyani mengatakan, pada 1 Juni 2020 PPN 10% di sektor digital sudah ditarik pajaknya. Sri Mulyani mencontohkan seperti Spotify sampai Netflix.

Menurutnya hal tersebut adalah terobosan. Karena walaupun tidak ada kehadiran perusahaannya, namun pemasaran yang luar biasa tersebut bisa mendatangkan pendapatan negara.

"Dalam waktu beberapa bulan bisa dapatkan Rp 96 miliar dari beberapa perusahaan tersebut."

"Pajak digital akan jadi salah satu yang jadi topik pembahasan penting antar negara. Semua ingin merebut dan mendapat bagian dari pajak secara adil terutama income tax," katanya lagi.


[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading