Trump Lempar 'Bom' ke Tiongkok, Blokir Raksasa Telko China

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
11 December 2020 12:22
Lambang China dan Bendera Amerika Serikat (AS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Donald Trump meluncurkan serangan baru ke China. Federal Communications Commission (FCC) mengatakan telah memulai proses pencabutan izin operasi raksasa telekomunikasi China, China Telecom di Amerika Serikat (AS).

Pencabutan izin merupakan langkah lanjutan dari pemerintahan Donald Trump yang ingin menyetop peran China dalam sektor telekomunikasi AS. Sebelumnya perangkat Huawei dan ZTE Corp juga dilarang dalam infrastruktur AS.

Chairman FCC Ajit Pai mencatat beberapa lembaga pemerintah AS telah merekomendasikan pencabutan perangkat China dengan alasan masalah keamanan nasional.


Ajit Pai mengatakan ada "kekhawatiran signifikan" bahwa China Telecom akan dipaksa untuk memenuhi permintaan informasi pemerintah China, termasuk penyadapan komunikasi.

China Telecom, perusahaan telekomunikasi terbesar di China, telah memiliki izin untuk menyediakan layanan telekomunikasi selama hampir 20 tahun. China Telecom Americas belum memberikan komentar atas pemberitaan ini seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/12/2020).

Pada April lalu, FCC telah mengeluarkan peringatan agar tiga perusahaan telekomunikasi China yang dikendalikan negara untuk menghentikan operasi diAS dengan alasan risiko keamanan. Mereka adalah China Telecom Americas serta China Unicom Americas, Pacific Networks Corp dan anak perusahaannya yang sepenuhnya dimiliki ComNet (AS) LLC.

Pada bulan yang sama, Departemen Kehakiman AS dan agen federal lainnya juga meminta FCC untuk mencabut kemampuan China Telecom untuk beroperasi di Amerika Serikat.

Pada Mei 2019, FCC dengan suara bulat menolak hak perusahaan telekomunikasi China milik negara lainnya, China Mobile Ltd, untuk menyediakan layanan di Amerika Serikat, dengan alasan risiko pemerintah China dapat menggunakan persetujuan tersebut untuk melakukan spionase terhadap pemerintah AS.

Pada Kamis (10/12/2020), FCC juga menolak petisi dari Huawei Technologies yang meminta badan itu untuk mempertimbangkan kembali keputusannya yang menyebut perusahaan China tersebut sebagai ancaman keamanan nasional AS terhadap jaringan komunikasi.

Pada Juli 2020, FCC mengungkapkan pihaknya telah secara resmi menyatakan Huawei dan ZTE Corp China sebagai ancaman, deklarasi ini melarang perusahaan-perusahaan AS untuk menggunakan dana pemerintah senilai US$ 8,3 miliar untuk membeli peralatan dari 2 perusahaan China itu.

Kemarin FCC juga menyelesaikan aturan yang mewajibkan operator dengan peralatan ZTE atau Huawei untuk "menanggalkan dan mengganti" peralatan tersebut dan membuat program penggantian untuk mensubsidi operator yang lebih kecil guna menghapus dan mengganti peralatan tersebut.

Ajit Pai mencatat komisi ini "tidak dapat benar-benar menerapkan program penggantian kecuali dan sampai Kongres mengalokasikan dana yang diperlukan."

Huawei mengaku "kecewa dengan keputusan FCC yang memaksa penghapusan produk kami dari jaringan telekomunikasi. Hal ini akan membuat warga AS di daerah pedesaan menghadapi risiko karena sebagian besar kurang terlayani layanan komunikasi yang dapat diandalkan."


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading