Mengenal Yuan Digital, Pengganti Uang Kertas & Koin China

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
07 December 2020 18:29
Yuan Digital (Twitter/@lingzh1220)

Jakarta, CNBC Indonesia - China baru saja menyelesaikan proyek pilot untuk mata uang digital dari bank sentral. Cara menggunakannya pun tidak berbeda dengan metode pembayaran biasanya.

Pengguna bisa mengunduh dompet digital untuk menyimpan uang. Nantinya akan ada QR Code untuk dipindai pada setiap terminal pembayaran di toko-toko, dikutip Reuters, Senin (7/12/2020).

Namun untuk sistemnya lebih rumit dari penggunaannya. Yuan Digital dirancang untuk menggantikan uang tunai seperti koin dan uang kertas, jadi bukan disimpan di bank.


Bank akan bertugas sebagai tempat pendistribusian mata uang itu untuk pengguna. Mereka nantinya harus menyiapkan deposit dengan angka yang sama persis dengan Yuan Digital yang didistribusikan.

Baik bank komersial dan bank sentral akan memiliki database pelacakan pergerakan uang dari para pengguna. Cara ini sebelumnya tak bisa digunakan saat melakukan pembayaran menggunakan koin atau uang kertas.

Dengan hadirnya Yuan Digital, pemerintah setempat akan mengetahui aliran uang di sekitar ekonomi China. Mereka akan mudah melacak aliran dana ilegal seperti praktik pencucian uang ataupun pendanaan teroris.

Lebih jauh, China juga bisa melakukan eksperimen dalam menargetkan intervensi kebijakan moneter pada kelas ekonomi, wilayah atau grup lainnya.

China sudah menyiapkan Yuan Digital sekitar 2014. Setelah enam tahun barulah mata uang itu diujicoba salah satunya di Shenzhen pada Oktober 2020 lalu.

Dalam uji coba itu, PBOC membagikan amplop merah atau sebutan tradisional bagi pemberian uang di China. Bank Sentral itu menyebarkan 200 digital yuan atau senilai US$29,75 atau sekitar Rp420 ribu pada tiap orang yang berjumlah 50 ribu.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading