Gokil! Mata Uang Digital China Sudah Ditransaksikan Rp 4,37 T

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
03 November 2020 12:29
A man walks past China's central bank, or the People's Bank of China, in Beijing, Sunday, March 10, 2019. China's central bank governor Yi Gang says American and Chinese envoys discussed sticking to promises to avoid currency devaluations to boost exports during negotiations aimed at ending a tariff war. (AP Photo/Andy Wong)

Jakarta, CNBC Indonesia - China masih dalam tahap awal pengembangan mata uang digital (digital currency), namun transaksi Yuan Digital sudah tembus 4 juta transaksi dengan nilai 2 miliar yuan atau setara US$299,07 juta (Rp 4,37 triliun).

Yuan Digital merupakan mata uang digital yang diprakarsai bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC). Mata uang ini buat oleh bank sentral untuk menggantikan uang fisik.

Mata uang digital akan diterbitkan oleh bank sentral di mana perbankan dan peruashaan teknologi (fintech) berperan dalam mendistribusikannya ke konsumen. Nantinya pemegang uang digital bisa langsung mengklaim uangnya ke bank sentral.


Mata uang digital CBDC dihadirkan untuk mengatasi ancaman dari cryptocurrency seperti Bitcoin dan Libra Facebook yang diluncurkan pihak swasta yang bisa menciptakan ketidakstabilan sistem keuangan karena tak dikontrol dan dikendalikan oleh bank sentral.

"Saya melihat di masa depan uang tunai dan uang digital akan hidup berdampingan," ujar Gubernur Bank Sentral China atau People Bank of China, Yi Gang, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/11/2020).

Ia menambahkan pengembangan Yuan Digital masih tahap awal, masih diperlukan "kerangka hukum yang rumit dan cukup lengkap" terutama seputar isu transparansi.

China sendiri telah meluncurkan beberapa skema uji coba Yuan Digital. Terbaru di selatan kota Shenzen di mana bank sentral membagikan uang digital masing-masing 200 yuan ke 50.000 konsumen untuk berbelanja di toko-toko tertentu.


(roy/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading