Uji Klinis Vaksin Covid Sinovac RI: Ada yang Pusing & Pilek

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
26 November 2020 19:20
A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Uji klinis vaksin Sinovac yang dilakukan di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat, dipastikan tidak ada efek negatif dan semua relawan disebut dalam keadaan baik-baik saja. Uji klinis yang dimulai Agustus lalu melibatkan 1.620 relawan yang akan dominitor selama beberapa bulan ke depan.

Ketua Tim Uji Klinis Vaksin Unpad, Bandung, Prof Kusnandi Rusmil mengatakan setelah suntikan kedua dilakukan, tidak ada efek yang merugikan subjek. Efek negatif yang ditemukan sejauh ini adalah pusing dn pilek yang akan hilang dalam dua hari dan hanya terjadi pada sebagian kecil relawan.

Kondisi relawan pun terus dipantau dalam periode yang telah ditetapkan mulai dari 1 bulan, 3 bulan hingga 6 bulan setelah imunisasi. "Selanjutnya kami akan mengikuti sampai akhir penelitian dan nanti akan dilaporkan ke BPOM. Kami harap dukungnya semua pihak agar berjalan dengan baik," kata Kusnandi dalam konferensi pers virtual, Kamis (26/112020).


Direktur Operasi PT Bio Farma (Persero) Rahman Roestan mengatakan selain melakukan uji klinis, pihaknya juga menyiapkan fasilitas produksi, dan didapatkan pendampingan dari BPOM secara intens untuk melihat kesiapannya. Untuk hasil uji klinis pun pihaknya masih mengumpulkan data terutama efikasi (kemanjuran) yang akan dilaporkan ke BPOM.

"Setelah mendapatkan hasil dan mendapatkan review dan proses persetujuan, jadwal memang ketat tapi lagi in the right track, dan diharapkan on time dalam pemberian vaksin yang akan disampaikan ke masyarakat," katanya.

Sebelumnya Bio Farma memproyeksikan vaksinasi Covid-19 dapat diberikan pada awal Februari 2021, setelah mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari BPOM.

Saat ini Bio Farma masih harus melengkapi data yang dibutuhkan untuk EUA yakni laporan lengkap uji klinis fase 1 dan 2, dan data interim uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 CoronaVac milik Sinovac Biotech yang dilakukan di Bandung, Jawa Barat.

"Sampai saat ini kami masih melakukan progress uji klinis 1.620 relawan untuk uji klinis tahap 3. Semua berjalan lancar tidak ada indikasi yang menunjukkan kejadian serius, Rencananya minggu pertama Januari 2021 kami memberikan interim report untuk mendapatkan EUA dari BPOM. Kita targetkan awal Februari bisa diberikan vaksin massal," kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, Rabu (25/11/2020).

Dia menambahkan pada minggu ketiga Januari 2021 diharapkan sudah ada EUA yang diberikan BPOM. Setelah itu bisa dilakukan proses produksi dengan bahan baku bulk yang didapatkan dari China. Honesti mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan fasilitas produksi agar bisa langsung berjalan setelah mendapatkan EUA.

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta masyarakat menjalankan protokol kesehatan secara ketat, sambil menunggu vaksin Covid-19 tersedia. Ini akan menghindarkan masyarakat terinfeksi virus corona Covid-19.

"Vaksin yang terbaik sekarang adalah vaksin patuh kepada protokol kesehatan. #pakaimasker, #jagajarak dari kerumunan dan #cucitangan sesering mungkin dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan cairan disinfektan," pungkas Doni Monardo.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading