Taksi Online SoftBank Ini Masih Boncos, Rugi 84,68 T

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
06 November 2020 16:59
FILE PHOTO - Dara Khosrowshahi, Chief Executive Officer of Uber Technologies, attends the World Economic Forum (WEF) annual meeting in Davos, Switzerland, January 23, 2018. REUTERS/Denis Balibouse/File Picture

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelopor Taksi Online Uber Technologies masih belum mencatatkan keuntungan. Selama 9 bulan pertama 2020 startup ride hailing yang disokong oleh SoftBank ini mencatatkan kerugian US$5,8 miliar atau setara Rp 84,68 triliun (asumsi Rp 14.600/US$).

Pandemi Covid-19 membuat kinerja keuangan perusahaan masih sulit untuk mencatatkan keuntungan. Pada kuartal III-2020, Uber mencatatkan pendapatan US$3,1 miliar atau turun 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bisnis transportasi mengalami penurunan 53%, namun pendapatan dari bisnis pengiriman makanan malah tumbuh 125%. Secara umum pada kuartal III-2020 saja Uber rugi US$1,8 miliar dan selama 9 bulan Rugi US$5,8 miliar. Tahun lalu Uber mengalami kerugian US$8,5 miliar.


CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan meski 8 bulan terakhir bisnis sulit, tetapi ada tanda-tanda awal bisnis mobilitas inti perusahaan akan pulih sepenuhnya, seperti dikutip dari CNBC International, Jumat (6/11/2020).

"Uber kembali ketika kota-kota kembali. Jika ada, Uber adalah bentuk transportasi yang diuntungkan dibanding yang lain," ujarnya.
Meski mengalami kerugian Chief Financial Uber Nelson Chai tetap optimistis Uber akan mencapai profitabilitas sebelum akhir 2021, seperti dikutip dari CNN International.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading