Perang Berdarah-darah, 'Mr Ten Times' Minta Grab-Gojek Merger

Tech - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
24 October 2020 08:10
Driver Ojek online menunggu penumpang di kawasan Stasiun Pal Merah Jakarta, Selasa (10/3). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan kenaikan tarif ojol. kenaikan tarif mulai 16 Maret 2020 berkisar antara Rp 150 hingga Rp 250 per kilometer (km). Kenaikan ini disambut baik oleh driver Gojek, Haryanto 35 tahun saat ditemui di pangkalan gojek Stasiun Pal Merah mengatakan

Jakarta, CNBC Indonesia - Sosok di balik dorongan merger Grab dan Gojek ramai diberitakan sepekan terakhir. Pasalnya, sosok ini 'berani' mendorong kedua perusahaan akhirnya 'bersatu' setelah persaingan 'berdarah-darah' dan melibatkan 'bakar uang' yang tak sedikit.

Keinginan merger ini kabarnya didorong langsung oleh Masayoshi Son, Bos Softbank salah satu pemegang saham vital di Grab. Kabar terakhir, seperti dikutip dari Japan Times, Masayoshi disebut menekan pendiri Grab Anthony Tan untuk segera merampungkan rencana mega merger ini Hal ini diungkapkan oleh seorang sumber yang tak ingin disebutkan namanya, seperti lansir dari Japan Times, Selasa (20/10/2020).

Masayoshi adalah pendiri Softbank. Mantan CEO Alibaba.com David Wei memberikan julukan kepadanya Mr Ten Times. Pasalanya, setiap kali David mengemukakan ide bisnis, Masayoshi selalu berkata, "Dapatkan hal ini bisa menjadi sepuluh kali lebih besar?"


Sumber itu mengatakan kedua startup ride-hailing Asia Tenggara ini aktif melakukan pembicaraan merger melalui Zoom selama beberapa bulan ini dan sudah terlihat adanya langkah maju menuju kesepakatan.

Persoalan yang harus diselesaikan kini adalah apakah keduanya akan menggabungkan semua operasi atau Grab mengakuisisi Gojek di Indonesia.
Meski demikian, keinginan untuk merger tidak bisa terjadi atas keinginan satu pihak. Di pihak Gojek, terutama para pemegang sahamnya harus memiliki keinginan yang sama agar transaksi ini tuntas.

Namun, sebenarnya siapa saja pemegang saham yang ada di belakang Gojek?

Temasek
BUMN investasi Singapura ini berkali-kali disebut sebagai pemegang saham terbesar di Gojek. Reuters pada Januari 2018 menyebut Temasek kembali menyuntikkan modal ke Gojek.

Temasek menggunakan beberapa sayap investasi yang tercatat sebagai pemegang saham Gojek, yakni Gamvest Pte Ltd dan Anderson Investment Pte Ltd

Google
Google masuk ke Gojek melalui Google Asia Pacific Pte Ltd pada 2018 lalu melalui pendanaan seri E. Google kembali ikut pendanaan seri F bersama dengan sejumlah perusahaan lain, yakni Mitsubishi Corporation, Mitsubishi UFJ Lease & Finance, Visa, Tencent dan JD.com

KKR
KKR masuk ke Gojek melalui KKR Go Investments Pte. Ltd pada 2016 dalam pendanaan seri D. Dalam seri ini KKR tidak sendiri tetapi juga ada Warburg Pincus, Sequoia Capital India dan lain-lain

Tencent
Tencent masuk ke Gojek melalui Tencent Mobility Limited pada pendanaan seri F di Juli 2010. Raksasa digital asal China ini kembali menyuntikan modal ke Gojek pada Maret 2020.

Sequoia Capital India
Perusahaan investasi ini merupakan pemegang saham awal di Gojek yang masuk melalui pendanaan Seri B. Sesquoia kembali mengikuti pendanaan Gojek seri D

Astra Internasional
Konglomerasi Indonesia ini masuk ke Gojek pada 2018 dengan pendanaan sekitar Rp 2 triliun. Gojek dan Astra juga telah berkolaborasi dalam layanan Go Fleet.

Selain para investor tersebut, Gojek memiliki banyak pemegang saham dengan porsi kepemilikan lebih kecil. Para pemegang saham tersebut masuk melalui 7 seri pendanaan mulai 2014.

Selain itu, para investor juga masuk melalui sayap Gojek, seperti Gopay yang telah menjadi unicorn ketujuh Indonesia setelah Facebook dan PayPal menyuntikan modal pada tahun ini.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading