Disebut Merger dengan Grab, Ini Raksasa di Belakang Gojek

Tech - dob, CNBC Indonesia
21 October 2020 12:33
Dok: Gojek

Jakarta, CNBC Indonesia- Setelah persaingan 'berdarah-darah' dan melibatkan 'bakar uang' yang tak sedikit, Grab dan Gojek didorong untuk melakukan merger. Keinginan merger ini kabarnya didorong langsung oleh Masayoshi Son, Bos Softbank salah satu pemegang saham vital di Grab.

Kabar terakhir, seperti dikutip dari Japan Times, Masayoshi disebut menekan pendiri Grab Anthony Tan untuk segera merampungkan rencana mega merger ini Hal ini diungkapkan oleh seorang sumber yang tak ingin disebutkan namanya, seperti lansir dari Japan Times, Selasa (20/10/2020).

Sumber itu mengatakan kedua startup ride-hailing Asia Tenggara ini aktif melakukan pembicaraan merger melalui Zoom selama beberapa bulan ini dan sudah terlihat adanya langkah maju menuju kesepakatan.


Persoalan yang harus diselesaikan kini adalah apakah keduanya akan menggabungkan semua operasi atau Grab mengakuisisi Gojek di Indonesia.

Meski demikian, keinginan untuk merger tidak bisa terjadi atas keinginan satu pihak. Di pihak Gojek, terutama para pemegang sahamnya harus memiliki keinginan yang sama agar transaksi ini tuntas.

Namun, sebenarnya siapa saja pemegang saham yang ada di belakang Gojek?

Temasek 

BUMN investasi Singapura ini berkali-kali disebut sebagai pemegang saham terbesar di Gojek. Reuters pada Januari 2018 menyebut Temasek kembali menyuntikkan modal ke Gojek.

Temasek menggunakan beberapa sayap investasi yang tercatat sebagai pemegang saham Gojek, yakni Gamvest Pte Ltd dan Anderson Investment Pte Ltd

Google

Google masuk ke Gojek melalui Google Asia Pacific Pte Ltd pada 2018 lalu melalui pendanaan seri E. Google kembali ikut pendanaan seri F bersama dengan sejumlah perusahaan lain, yakni Mitsubishi Corporation, Mitsubishi UFJ Lease & Finance, Visa, Tencent dan JD.com

KKR

KKR masuk ke Gojek melalui KKR Go Investments Pte. Ltd pada 2016 dalam pendanaan seri D. Dalam seri ini KKR tidak sendiri tetapi juga ada Warburg Pincus, Sequoia Capital India dan lain-lain

Tencent

Tencent masuk ke Gojek melalui Tencent Mobility Limited pada pendanaan seri F di Juli 2010. Raksasa digital asal China ini kembali menyuntikan modal ke Gojek pada Maret 2020.

Sequoia Capital India

Perusahaan investasi ini merupakan pemegang saham awal di Gojek yang masuk melalui pendanaan Seri B. Sesquoia kembali mengikuti pendanaan Gojek seri D

Astra Internasional

Konglomerasi Indonesia ini masuk ke Gojek pada 2018 dengan pendanaan sekitar Rp 2 triliun. Gojek dan Astra juga telah berkolaborasi dalam layanan Go Fleet.

Selain para investor tersebut, Gojek memiliki banyak pemegang saham dengan porsi kepemilikan lebih kecil. Para pemegang saham tersebut masuk melalui 7 seri pendanaan mulai 2014.

Selain itu, para investor juga masuk melalui sayap Gojek, seperti Gopay yang telah menjadi unicorn ketujuh Indonesia setelah Facebook dan PayPal menyuntikan modal pada tahun ini.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading