Fintech India yang Didanai Alibaba Ini Mau Jungkalkan Google

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
09 October 2020 15:30
An advertisement of Paytm, a digital wallet company, is pictured at a road side stall in Kolkata, India, January 25, 2017. REUTERS/Rupak De Chowdhuri

Jakarta, CNBC Indonesia - Fintech asal India yang disokong Alibaba, Paytm berambisi mengoyang dominasi Google di ekonomi digital India. Cara dengan meluncurkan 'mini app store'.

Pendiri Paytm Vijay Shekhar Sharma menyebut Google sebagai "hakim, juri, dan algojo" setelah bulan lalu apikasinya dihapus dari toko aplikasi Android karena melanggar kebijakan.

Pada Kamis (8/10/2020), Paytm meluncurkan event "Mini App Developer Conference". Dalam acara terebut mereka menyindir Google sebagai "pemungut tol".


Google Android sangat dominan di India. 99% smartphone India, yang berjumlah 500 juta ponsel, menggunakan sistem operasi Android. Beberapa startup di India telah mengkritik kebijakan Google yang mengenakan komisi 30% atas transaksi di dalam sistem operasinya.

Google merespons hal ini dengan menunda pemberlakuan kebijakan selama enam bulan ke depan. Paytm berusaha memanfaatkan ketidakpuasan ini dengan meluncurkan mini app store yang ada di dalam aplikasi Paytm. Ia berjanji tak akan menarik komisi dari developer aplikasi.

Dalam program ini Paytm menjanjikan dana hingga US$ 1,37 juta bagai developer India yang ikut mengembangkan mini app store.

"Tak perduli perusahaan dari Timur, maupun perusahaan dari Barat, jika seseorang akan memerintah India, itu harus menjadi perusahaan India," ujar Vijay Shekhar Sharma, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (9/10/2020).

Google tak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Paytm merupakan salah fintech dengan jumlah pengguna yang luas di India. Selain Alibaba, startup ini disuntuk oleh SoftBank dan perusahaan Warren Buffett, Berkshire Hathaway.

Perselisihan ini akan menimbulkan dilema bagi Google. Pasalnya, Google berniat menggarap pasar India dengan serius dan sudah berkomitmen untuk menyiapkan dana hingga US$10 miliar dalam 5-7 tahun mendatang.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading