Alibaba Mau Suntik Grab Rp 44,4 T, Lazada Ketiban Untung?

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
15 September 2020 11:31
A woman passes a Grab signage at their office in Singapore September 23, 2016. REUTERS/Edgar Su  - RTSP2AJ

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa e-commerce China, Alibaba Group dikabarkan sedang dalam tahap pembicaraan untuk menginvestasikan US$3 miliar atau setara Rp 44,4 triliun (asumsi Rp 14.800/US$) di startup ride hailing Grab Holdings.

Menurut sumber yang mengetahui rencana ini, Alibaba akan jadi investor tunggal dalam putaran pendanaan itu dan mengakuisisi sejumlah saham Grab yang dipegang Uber Technologies Inc. Suntikan dana ini bisa jadi investasi terbesar Alibaba di Asia Tenggara sejak mengakuisisi Lazada pada 2016 silam, Bloomberg News melaporkan, Selasa (15/9/2020).

Alibaba memang memiliki pengalaman terbatas dalam bisnis ride-hailing, tetapi kerja sama dengan Grab akan memberikan Alibaba akses ke jutaan data pengguna di delapan negara di Asia Tenggara, armada pengiriman yang berkembang serta kepemilikan dalam dompet digital dan layanan keuangan.


Sumber lainnya membisikkan salah satu rencana spesifik yang sedang dibahas adalah mengintegrasikan jaringan pengiriman Grab ke Lazada, memberikan akses ke startup e-commerce Singapura ini ke jaringan konsumen yang lebih luas.

Dalam peta persaingan e-commerce Asia Tenggara, Lazada masih di belakang Shopee. Menurut data iPrice pada kuartal II-2020, Shopee merupakan situs e-commerce yang paling banyak dikunjungi di Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. Lazada hanya menang lawan Shopee di Filipina.

Informasi saja, Uber Technologies menguasai 23,2% saham Grab sebagai dampak dari akuisisi Uber Asia Tenggara oleh Grab pada 2018 silam. Dalam kesepatan itu disebutkan Uber akan keluar dari Asia Tenggara dan Grab harus menyediakan dana lebih dari US$2 miliar kepada Uber jika Grab tak melantai di bursa atau initial public offering (IPO) pada pertengahan 2023.

SoftBank yang menjadi pemegang saham utama di Grab dan Uber telah memaksa Uber untuk mengurangi kepemilikan saham perusahaan ride hailing termasuk Grab, Didi Chuxing (China), Yandex (Rusia).

Perwakilan Grab menolak berkomentar, sementara Uber dan SoftBank tidak segera menjawab pertanyaan. Alibaba tidak memberikan komentar segera.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading