Gawat! Ada Potensi 'Krisis' Vaksin Covid-19 Hingga 2024

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
15 September 2020 11:02
In this handout photo taken on Thursday, Aug. 6, 2020, and provided by Russian Direct Investment Fund, an employee shows a new vaccine at the Nikolai Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology in Moscow, Russia. Russia on Tuesday, Aug. 11 became the first country to approve a coronavirus vaccine for use in tens of thousands of its citizens despite international skepticism about injections that have not completed clinical trials and were studied in only dozens of people for less than two months. (Alexander Zemlianichenko Jr/ Russian Direct Investment Fund via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - ProdusenĀ vaksin terbesar di dunia, Serum Institute of India, mengingatkan akan adanya potensi tidak cukupĀ vaksin Covid-19 yang tersedia bagi semua orang di dunia hingga 2024.

Chief Executive Serum Institute of India Adar Poornawalla mengatakan perusahaan farmasi belum meningkatkan kapasitas produksi untuk memvaksinasi penduduk dunia secara cepat.


"Ini akan memakan waktu empat hingga lima tahun sampai semua orang di planet ini mendapat vaksin," ujarnya kepada Financial Times. Ia menghitung jika vaksin Covid-19 butuh 2 dosis per orang dibutuhkan 15 miliar vaksin.

Berbasis di Kuta Pune, India Barat, Serum Institute of India telah bermitra dengan lima perusahaan farmasi international termasuk AstraZeneca dan Novavax, untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Perusahaan ini berkomitmen memproduksi 1 miliar dosis, di mana setengahnya akan diberikan bagi India.

Serum Institute of India memproduksi 1,5 miliar dosis vaksin per tahun untuk digunakan di lebih dari 170 negara guna melindungi penduduk dari penyakit menular seperti polio, campak, dan influenza. Perusahaan juga merupakan pemasok vaksin di sebagian besar negara berkembang.

Pada Mei lalu, Chief Scientist World Health Organization (WHO) Soumya Swaminathan memprediksi dibutuhkan waktu empat hingga lima tahun hingga pandemi ini terkendali. Vaksin dianggap sebagai jalan keluar terbaik namun bisa saja kurang ampuh karena adanya mutasi virus yang membuat vaksin tak efektif.

Direktur Eksekutif Foundation for Vaccine Research AS Peter Hale mengungkapkan jika dibutuhkan dua atau lebih dosis vaksin untuk melindungi setidaknya 75% populasi dari infeksi virus maka tiga perempat populasi ini akan selesai divaksinasi pada pertengahan 2023.

"Ini seharusnya cukup untuk mengekang penyebaran infeksi dan menghilangkan pandemi, meski tak cukup baik untuk menghapus virus itu dari sejarah," jelas Peter Hale.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading