Menristek: 3 Perusahaan Antre Produksi Vaksin Merah Putih

Tech - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
09 September 2020 13:48
Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan bahwa produksi vaksin merah putih bakal melibatkan pihak swasta. Langkah ini diambil untuk menunjang kapasitas produksi perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Untuk menunjang produksi, selain Bio Farma 250 juta dosis per tahun, kami dalam konsorsium vaksin merah putih juga mengundang beberapa perusahaan farmasi swasta untuk ikut produksi vaksin COVID-19," kata Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers di Istana Bogor, Rabu (9/9/20).

Dia menyebut, sejauh ini ada 3 perusahaan potensial yang bakal terlibat dalam produksi vaksin merah putih. Hanya saja, Bambang Brodjonegoro tak menjelaskan detail perusahaan yang dimaksud, termasuk asal perusahaan tersebut dari Indonesia atau asing.


Yang jelas, dia menegaskan bahwa setiap perusahaan yang dilibatkan harus memenuhi standar tertentu. "Tentunya mereka harus urus izin ke BPOM untuk cara pembuatan vaksin yang baik dan harus menyiapkan line of production," tegasnya.

Dengan gencarnya usaha yang dilakukan untuk mewujudkan vaksin, dia berharap Indonesia punya kemandirian di dalam penyediaan dan pengembangan vaksin. Apalagi, jumlah yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tak bisa dibilang sedikit.

"Yang harus diperhatikan dari penelitian tahap awal, ada kemungkinan pemberian bisa lebih dari sekali dan itu setiap individu. Kalau penduduk kita sekitar 270 juta, yang harus divaksin minimal 540 juta dan otomatis butuh kapasitas produksi besar," bebernya.

Karenanya, dia mengaku bahwa Presiden Jokowi meminta semua persiapan ini dikerjakan dengan cepat, tetapi juga mengikuti segala prosedur

"Karena vaksin harus aman tanpa efek samping yang membahayakan dan vaksin diharapkan akan manjur dan berkhasiat untuk memperkuat daya tahan tubuh menghadapi COVID-19 yang kita tidak tahu berapa lama lagi," tandasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading