Senjata RI Binasakan Covid-19: Herd Immunity Vaksin!

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
09 September 2020 07:15
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia akan menjalankan dua cara untuk menciptakan herd immunity (kekebalan kelompok) bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menyebut pertama adalah memperbaiki imunitas secara umum bisa dari dalam dan natural. Kedua, memperbaiki imunitas di masyarakat melalui vaksinasi.

"Pentingnya vaksinasi akhirnya bisa menciptakan herd immunity, ini tak boleh dilakukan dengan membiarkan orang dengan kondisi high risk, membiarkan orang terpapar, kenapa vaksin harus dibuat, kenapa semua berlomba, karena tadi orang tak bisa dibiarkan dengan high risk SARS-CoV-2," ujarnya saat RDP dengan DPR Komisi VII dan Lembaga Eijkman di Jakarta, Selasa (8/9/2020).


Dia menjelaskan bagaimana cara kerja herd immunity yang menjadi pelindung bagi masyarakat dari infeksi virus. Herd immunity ini lanjutnya adalah definisi ketika sebagian besar penduduk imun terhadap penyakit menular akan menghasilkan perlindungan secara tidak langsung. 

"Memang pentingnya herd immunity vaksin kita ingin memastikan kebanyakan penduduk punya daya tahan terhadap Covid-19. Artinya menjadi pelindung dari orang yang belum punya imunitas terhadap Covid-19," terangnya.

Menurutnya, salah satu cara untuk mencapai kondisi herd immunity adalah melalui vaksin yang disiapkan. Sebab, ketika tak ada vaksin, maka penyakit akan cepat sekali menular begitu menyerang seseorang.

"Kondisi ideal untuk menghentikan Covid-19 minimal 70% penduduk harus punya immunity," lanjutnya.

Saat ini, seluruh dunia termasuk Indonesia terus berusaha menemukan vaksin yang cocok. Terkait vaksin tersebut, setidaknya 176 juta penduduk Indonesia harus diberi vaksin, dengan asumsi satu orang satu kali vaksinasi. Meski begitu, dia meyakini, pemberian vaksin bisa lebih dari satu kali.

"Kemungkinan besar vaksin akan lebih dari 1 kali, apakah dalam bentuk booster, atau revaksinasi. Lebih dari satu kali sudah memberikan indikasi. Indonesia paling tidak, minimal menyiapkan 353 juta dosis vaksin, dengan asumsi dua kali, hampir pasti lebih dari 1 kali," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading