Sri Mulyani: Bio Farma Gandeng Bill Gates Bikin Vaksin Corona

Tech - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
19 June 2020 12:21
Infografis: Apakah Vaksin Corona Sudah Ditemukan? Ini Updatenya!

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa Indonesia melalui Bio Farma telah terlibat dan bekerja sama dengan Melinda Gates melalui Gates Foundation untuk membuat vaksin virus corona atau covid-19.

"Waktu itu kita bicara dengan konsorsium internasional. Di bawah Melinda Gates atau Gates Foundation dengan WHO, mereka ungkap ada potensi 200 vaksin dan sudah jadi 10 vaksin. Dan Indonesia melalui Bio Farma ikut di dalam kolaborasi itu," kata Sri Mulyani dalam acara Town Hall Meeting lintas pegawai Kemenkeu yang disiarkan secara langsung pada akun YouTube Kementerian Keuangan, Jumat (19/6/2020).

Sri Mulyani bilang, apabila vaksin itu bisa diproduksi secara cepat, kemungkinan ekonomi bisa dipulihkan dengan cepat. Namun apabila vaksin lama diproduksinya, maka pemulihan ekonomi juga pasti akan berjalan lebih lama.


"Jadi nanti kalau vaksin diproduksi secara cepat, kita mungkin akan mendapatkan situasi pemulihan yang lebih cepat, tapi kalau trialnya lebih lama, kita juga pasti pemulihannya akan lebih lama," ujarnya.

Belum lama ini, PT Bio Farma (Persero) mengumumkan, pada Juli mendatang sudah mulai melakukan uji klinis ketiga untuk vaksin covid-19. Produsen pelat merah itu juga menjelaskan, vaksin ini merupakan hasil kerja sama Bio Farma dengan Sinovac Biotech Ltd, perusahaan bioteknologi asal China.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan uji klinis tahap ketiga ini akan memakan waktu hingga enam bulan terhitung sejak Juli 2020. Sehingga pada awal 2021 Indonesia sudah memiliki vaksin untuk virus corona jika vaksin tersebut dinyatakan ampuh.

"Kalau sudah selesai UK [uji klinis] tahap tiga dan hasilnya efektif, sudah bisa diproduksi massal dan diberikan ke masyarakat," kata Honesti kepada CNBC Indonesia, Selasa (16/6/2020).

Adapun sebelumnya diberitakan bahwa Sinovac menyebut vaksin yang dikembangkan perusahaan menunjukkan hasil positif pada uji klinis fase I dan fase II.

Sinovac mengklaim vaksin Covid-19 ini aman dan mampu memicu respons kekebalan dan menunjukkan adanya potensi mempertahankan diri melawan infeksi virus corona baru. Vaksin buatan Sinovac diberi nama CoronaVac.

Bloomberg melaporkan vaksin Covid-19 belum menunjukkan efek samping yang parah dan 90% orang yang disuntikkan vaksin ini menunjukkan adanya pembentukan antibodi penawar dalam 14 hari setelah inokulasi, kata Sinovac dalam siaran persnya.

Uji klinis fase I dan fase II dilakukan di China dengan melibatkan 743 relawan dengan rentan usia 18 tahun hingga 59 tahun. Perusahaan masih memantau perkembangan uji ini hingga 28 hari setelah disuntikkan dan akan dipublikasikan di jurnal akademik.

Sinovac Biotech Ltd. adalah perusahaan biofarmasi yang didirikan pada 2001 di Beijing dan berfokus pada penelitian, pengembangan, pembuatan, dan komersialisasi vaksin. Sinovac tercatat di Bursa Nasdaq dengan kode saham SVA pada 3 Januari 2011.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading