Krisis Corona, Taksi Online Ini PHK 1.400 Pegawai

Tech - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
21 May 2020 12:40
FILE PHOTO: An employee speaks over his phone as he sits at the front desk inside the office of Ola cab service in Gurugram, previously known as Gurgaon, on the outskirts of New Delhi, India, April 20, 2016. REUTERS/Anindito Mukherjee/File Photo
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan startup digital transportasi asal India, yaitu Ola, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.400 pegawainya. Keputusan ini diambil di tengah krisis virus corona (Covid-19) yang menghantam ekonomi.

Ola, yang mendapat dukungan pembiayaan dari SoftBank ini mengatakan, pendapatannya jatuh 95% dalam dua bulan terakhir, karena permintaan taksi online menurun.

Co-Founder sekaligus CEO Ola, Bhavish Aggarwal, mengatakan keputusan ini sangat berat.


"Saya secara personal telah menghabiskan banyak waktu untuk mereview setiap aspek dari keputusan ini terhadap setiap individu yang terdampak. Individu ini telah memainkan peranan penting dalam membangun Ola, dan mereka adalah orang-orang bertalenta," kata Bhavish dilansir dari CNBC International, Rabu (21/5/2020).

Pemangkasan karyawan ini hanya berlaku di India. Pegawai di unit bisnis pengiriman makanan dan jasa keuangan akan mendapat dampaknya.


Bhavish mengatakan, krisis ini memuat pihaknya harus menghemat arus kas secara agresif, sehingga bisa memiliki kemampuan untuk berinvestasi di masa depan.

Bisnis transportasi online memang cukup berat saat ini. Selain Ola, sebelumnya Uber juga mengumumkan pemangkasan 6.700 karyawan secara global. Kemudian Lyft juga akan memangkas 982 pegawai.

Sejauh ini, Ola telah mendapatkan pendanaan US$ 3,8 miliar atau sekitar Rp 57 triliun dari sejumlah investor seperti SoftBank, Tencent, Hyundai, dan Kia.



[Gambas:Video CNBC]



(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading