Sanksi Trump & Android Google 'Lukai' Huawei, Ini Buktinya!

Tech - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
31 March 2020 18:45
Huawei Technologies melaporkan perlambatan pertumbuhan laba pada 2019 sebagai dampak dari Presiden AS Donald Trump memasukkan perusahaan China ini ke blacklist.
Jakarta, CNBC Indonesia - Huawei Technologies melaporkan perlambatan pertumbuhan laba pada 2019 sebagai dampak dari Presiden AS Donald Trump memasukkan perusahaan China ini ke daftar hitam (blacklist).

Pendapatan Huawei pada 2019 mencapai US$123 miliar atau naik 19,1% dibandingkan tahun lalu (yoy). Adapun laba bersih tembus US$9 miliar atau hanya meningkat 5,65% (yoy). Pertumbuhan ini melambat dibanding pertumbuhan laba tahun 2018 sebesar 25% dan tahun 2017 sebesar 28%.


Rotating Chairman Huawei, Eric Xu mengatakan perusahaan tidak mencapai target sendiri. Pada awal 2019, Huawei memproyeksikan pendapatan sekitar US$ 123 miliar. Tetapi pada April tahun lalu, pihaknya merevisi target itu menjadi US$ 135 miliar.


Eric Xu menyebut sanksi AS sebagai biang kerok tak tercapainya target bisnis perusahaan. Pada Mei 2019, Donald Trump mendeklarasikan Darurat Nasional Teknologi yang membuat Huawei dimasukkan dalam blacklist. Sebagai konsekuensinya butuh izin khusus untuk berbisnis dengan perusahaan AS.

"Kami tidak memenuhi target revisi kami, di angka US$ 135 miliar. Kami kekurangan US$ 12 miliar dari target. Ini adalah hasil dari sanksi AS," ujar Eric Xu, seperti dilansir dari CNBC International, Selasa (31/3/2020).

"Kami harus menghadapi tantangan keberlanjutan pasokan dan kami harus mengatasi tantangan pasokan dalam jangka pendek, sehingga dapat memasok produk-produk terbaik kepada pelanggan kami. Dan kami juga harus meningkatkan investasi di R&D (penelitian dan pengembangan) kami."

Huawei dapat pukulan besar dari sanksi Trump karena Google tak lagi memberikan lisensi Android yang membuat ponsel Huawei tak bisa menggunakan aplikasi bawaan Google seperti Play Store, YouTube, Chrome dan lain sebagainya. Ini membuat ponsel Huawei tak di mintai di luar China.

Eric Xu menambahkan bisnis consumer yang paling terpukul dari unit usaha perusahaan. Pemasukkan anjlok US$10 miliar menjadi U$66,93 miliar. Divisi ini meliputi bisnis smartphone dan laptop.


[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading