Di-bailout SoftBank Rp 133 T, Startup Ini PHK 2.400 Karyawan

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
22 November 2019 11:22
WeWork menyatakan telah melakukan PHK pada 2.400 karyawan atau hampir 20% dari total karyawan sebagai cara untuk memangkas biaya perusahaan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Startup coworking space milik SoftBank, WeWork menyatakan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2.400 karyawan atau hampir 20% dari total karyawan sebagai cara untuk memangkas biaya perusahaan.

PHK ini merupakan bagian dari transformasi dan perbaikan perusahaan ke bisnis inti setelah mendapat dana talangan (bailout) US$9,5 miliar (Rp 133 triliun) dari SoftBank yang membuat investor Jepang ini memiliki 80% saham WeWork.


"Sebagai bagian dari fokus ulang perusahaan untuk kembali ke bisnis inti WeWork dan seperti yang telah kami sampai kepada karyawan, kami melakukan PHK untuk menciptakan organisasi yang lebih efisien," ujar Juru Bicara WeWork, Jumat (22/11/2019).


PHK karyawan ini sudah dimulai minggu lalu dimulai dari negara-negara di luar Amerika Serikat (AS) dan pekan ini PHK dilakukan di AS. Pada Juni lalu, WeWork memiliki 12.500 karyawan.

"Kebijakan ini berdampak pada 2.400 karyawan secara global, yang akan mendapatkan pesangon, benefit lanjutan dan berbagai pendampingan lainnya untuk transisis karir mereka," terang WeWork.

Mantan karyawan WeWork yang di-PHK mengatakan karyawan di New York yang kena PHK setelah bekerja 4 tahun di perusahaan mendapat pesangon 6 bulan gaji dan yang bekerja di bawah empat tahun dapat pesangon 4 bulan gaji.

Simak video soal suntikan dana US$9,5 miliar dari SoftBank ke WeWork di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading