GoFood kuasai 75% Pangsa Pasar Indonesia

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
23 September 2019 13:23
GoFood kuasai 75% Pangsa Pasar Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia- GoFood dinobatkan menjadi layanan pesan antar makanan terbaik di Indonesia. Predikat tersebut berdasarkan hasil riset Nielsen Singapura yang mengungkapkan 84% masyarakat yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pesan antar makanan, menilai GoFood menawarkan layanan pesan antar makanan terbaik di Indonesia.

Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan denga rata-rata industri yakni sekitar 39%. Berdasarkan riset Nielsen "Understanding The Online Food Delivery Market dan GoFood's Leadership in Indonesia", GoFood dinilai memiliki lima keunggulan.

Pertama, GoFood dianggap punya pilihan menu terlengkap dan dengan merchant paling beragam, masing-masing oleh 87% dan 83% konsumen. Kedua, aplikasi GoFood dianggap paling user friendly dan mudah digunakan oleh 83% konsumen. Ketiga, mitra driver Gojek juga dinilai paling ramah, sopan dan informatif oleh 82% konsumen.




Keempat, kemudahan top-up untuk pembayaran melalui aplikasi juga dianggap oleh 82% konsumen sebagai salah satu keunggulan. Kelima, GoFood juga dianggap sebagai layanan pesan-antar makanan tercepat oleh 79% konsumen.

"Kami melihat, GoFood sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Dengan GoFood, konsumen tidak perlu menghabiskan waktu mengantri di restoran karena ribuan pilihan menu ada dalam genggaman," Chief Food Officer Gojek Grup, Catherine Hindra Sutjahyo dalam siaran resminya, Senin (23/09/2019).

Selain itu, GoFood membuat hidup jadi lebih praktis. Pencapaian ini merupakan bukti nyata kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap inovasi teknologi dan inisiatif yang terus dihadirkan GoFood selama empat tahun terakhir.

"Kami terus menjadi pemimpin pasar di layanan food-delivery dengan pangsa pasar hingga 75% di Indonesia," katanya.

Catherine mengatakan kunci sukses dalam memenangkan hati konsumen tersebut adalah pemahaman terhadap konsumen Indonesia yang suka kuliner. Pemahaman ini diterjemahkan pada kejelian dalam memberikan superior user experience kepada konsumen.

Dengan begitu tidak hanya memberikan program diskon, melalui teknologi Machine Learning, tetapi GoFood menerapkan personalized user experience untuk meningkatkan kenyamanan dan kecepatan layanan konsumen.

Setiap konsumen bisa mendapatkan rekomendasi makanan yang berbeda-beda di aplikasi GoFood sesuai dengan kesukaannya.

"Potensi pertumbuhan ini akan terus dimanfaatkan GoFood untuk terus menghadirkan layanan yang bisa menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di saat yang bersamaan, kami akan terus memperkuat ekosistem teknologi agar bisa mengajak lebih banyak mitra merchant untuk tumbuh bersama GoFood," kata Catherine.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Mohammad Rudy Salahuddin kehadiran GoFood melalui berbagai inovasi sebagai pelopor layanan pesan-antar makanan di Indonesia patut diapresiasi.

Pemerintah menilai bahwa GoFood telah berhasil meledakkan dan merevolusi pola konsumsi di sektor makanan-minuman di Indonesia, baik di sisi konsumen maupun UMKM, dengan menjadi penggerak peningkatan konsumsi rumah tangga dalam sektor makan-minum.

Badan Pusat Statistik (BPS) telah menyatakan kehadiran layanan seperti GoFood turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 ke 5,17% dari 5,07% di tahun 2017.




Dia mengharapkan industri layanan pesan-antar makanan bisa tumbuh dan memberikan ruang inovasi baru bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia untuk naik kelas dan meningkatkan kapasitas usahanya.

"Kami di pemerintahan akan terus mendorong realisasi program-program prioritas yang berpihak pada UMKM dan pengembangan sektor ekonomi digital, sehingga lebih banyak UMKM kuliner yang bisa tumbuh bersama platform digital seperti GoFood," kata Rudy.

Riset ini dilakukan di 7 kota utama, Jabodetabek, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Balikpapan, Medan, dan Makassar. Penentuan responden dilakukan secara acak dan melibatkan 1.000 pengguna yang terdiri dari perempuan dan laki-laki berusia 18-45 tahun, dengan menggunakan layanan pesan-antar makanan dalam 3 bulan terakhir.

Riset Nielsen melihat preferensi masyarakat Indonesia terhadap empat layanan pesan-antar makanan berbasis aplikasi terbesar di Indonesia.


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading