Trump Jatuhi Sanksi Baru, Huawei Hadapi Krisis Hidup & Mati

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
21 August 2019 18:42
CEO Huawei Ren Zhengfei mengatakan perusahaan sedang hadapi krisis hidup dan mati sebagai dampak sanksi AS.
Jakarta, CNBC Indonesia - Sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) pada Huawei membuat pendiri dan CEO Huawei Ren Zhengfei gusar. Dalam memo kepada karyawan dia menyebut Huawei sedang menghadapi 'krisis hidup atau mati."

Dalam memo internal tersebut, Ren Zhengfei menuliskan saat ini situasi perusahaan dalam keadaan 'pertempuran'. Ren Zhengfei memang dikenal suka menggunakan bahasa militer ketika berkomunikasi dengan karyawan.


"Sekarang perusahaan berada dalam krisis hidup atau mati, prioritas pertama kali adalah mendorong semua kru untuk berkontribusi dan yang kedua memilih dan mempromosikan talenta untuk menambah 'darah baru' ke sistem kami," tulis Ren Zhengfei, seperti dikutip dari CNBC International, Rabu (21/8/2019).


Memo internal tersebut berisi tentang rencana ke depan Huawei setelah adanya sanksi dari AS. Memo tersebut banyak membahas soal efisiensi di organisasi. Termasuk penyederhanaan struktur pelaporan, mengurangi surplus staf dan melakukan rotasi karyawan.

Trump Jatuhi Sanksi Baru, Huawei Hadapi Krisis Hidup dan MatiFoto: Warga melintas di depan kantor Huawei, Beijing, China. REUTERS/Thomas Peter/File Photo

Dalam memo tersebut, Ren Zhengfei mendesak para staf untuk memelototi kontrak yang mereka tandatangani dengan pelanggan untuk memastikan Huawei dibayar tepat waktu dan tidak mengalami masalah arus kas.

Pada Senin (19/8/2019), Departemen perdagangan AS kembali menangguhkan sanksi kepada Huawei selama 90 hari. Artinya dalam 90 hari ke depan Huawei masih bisa berbisnis dengan perusahaan AS tanpa lisensi.


Meski ada penangguhan, Huawei mendapat hukuman yang lebih berat dari AS karena 40 lebih perusahaannya dimasukkan ke dalam daftar hitam. Huawei dan 40 lebih perusahaannya butuh lisensi khusus untuk bisa berbisnis dengan perusahaan setelah masa penangguhan habis.

Sebelumnya, Huawei memperkenalkan operating system (OS) HongMeng atau HarmonyOS untuk mengurangi ketergantungan pada Android dan mengantisipasi berakhirnya penangguhan sanksi yang membuat ponsel Huawei tak dapat update dari Android.




(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading