Di Hadapan DPR, Jokowi Bicara Kejahatan Siber Hingga AI

Tech - Lidya Julita Sembiring & Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
16 August 2019 12:30
Di Hadapan  DPR, Jokowi Bicara Kejahatan Siber Hingga AI Foto: Pakai Baju Adat sasak, Jokowi Tegaskan Soal Indonesia Sentris (CNBC Indonesia TV)
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato kenegaraan di sidang paripurna DPR, Jumat (16/8/2019). Salah satu yang ditekankan Jokowi adalah penggunaan dan ancaman dari perkembangan teknologi.

Salah satu yang ditekankan oleh Jokowi adalah soal disrupsi digital yang membuat banyak profesi lama hilang tetapi di saat yang sama muncul profesi baru. Ada juga pola bisnis lama yang menjadi relevan dan muncul pola bisnis baru yang gemilang dan mengagumkan.


"Ada keterampilan mapan yang tiba-tiba tidak relevan dan ada keterampilan baru yang meledak yang dibutuhkan," ujar Jokowi.


Hal lain yang disoroti Jokowi adalah soal kedaulatan data. Sekarang ini banyak perusahaan berbasis teknologi yang mengumpulkan data pengguna secara bebas tanpa ada aturan padahal pengumpulan data ini memengaruhi privasi, memicu serangan siber hingga penyalahgunaan data.

Di Hadapan  DPR, Jokowi Bicara Kejahatan Siber Hingga AIFoto: Presiden RI Jokowi (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jokowi mengatakan Indonesia harus siaga menghadapi ancaman siber termasuk kejahatan penyalahgunaan data.

"Data ada jenis kekayaan baru bang kita, kini data lebih berharga dari minyak," terangnya.

"Karena itu kedaulatan data harus diwujudkan. Karena itu kedaulatan data harus diwujudkan hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi. Regulasinya harus segera disiapkan tidak boleh ada kompromi!" jelas Jokowi.


Jokowi juga menyoroti soal kehadiran artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Menurut Jokowi kehadiran teknologi ini harus diikuti dengan penyederhanaan prosedur yang disertai penyederhanaan organisasi.

"Pekerjaan administasi yang dilakukan oleh komputer, dan oleh kecerdasan buatan Artificial Intelligence, harus mulai dilepas. Oleh karena itu jumlah organisasi dan jumlah aparat yang tidak efisien dan tidak relevan harus mulai dipangkas," ungkap Jokowi.




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading